KPU Kaur Dorong Kesadaran Masyarakat Tolak Money Politik
- 25 Mei 2026 20:21 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bintuhan - Pengawasan partisipatif dalam pemilu menjadi strategi penting dalam mencegah praktik money politik. Hal ini dikarenakan money politik dapat merusak integritas demokrasi.
Money politik atau politik uang merupakan ancaman serius yang dapat mengganggu prinsip-prinsip pemilu yang jujur dan adil.
Hal ini tentunya perlu dicegah bersama, baik oleh KPU, Bawaslu, seluruh peserta pemilihan baik partai politik maupun pasangan calon serta masyarakat sebagai pemilih.
Ketua KPU Kabupaten Kaur Tony Kuswoyo, menyebut persoalan money politik tidak dapat diselesaikan secara menyeluruh. Namun Diperlukan pendekatan komprehensif melalui pendidikan politik berkelanjutan, sehingga dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menolak money politik.
"Kalau biacara money politik tidam pernah ada habisnya ya. Perlu adanya pendekatan secara berkelanjutan terhadap masyarakat selaku pemilih," katanya.
Sosialisasi atau edukasi semata tidak akan mampu memernagi money politik. Perlu juga kesadaran dari masyarat itu sendiri untuk menonal money politik.
Dengan kesadaran dari masyarakat, secara otomatis praktek money politik saat pemilu dapat berkurang. Bahkan praktik money politik dapat benar-benar hilang jika semua masyarakat kompak menolak money politik.
"Sebenarnya money politik bisa dihentikan dengan kita menolak menerimanya. Jadi kembali kepada masyarakat itu sendiri, kalau semua masyarakat menolak, yang mau memberikan serangan fajar itu pasti tidak ada lagi," ucapnya.
Politik uang adalah ancaman nyata bagi demokrasi Indonesia. Ia melemahkan partisipasi politik yang sehat dan mengikis kepercayaan publik terhadap pemilu.
Maka dari itu mulai dari sekarang, dalam menyambut pemilu 2029 masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas. Dengan memilih calon pemimpin yang berkopenten bukan memikih calon berdasarkan imbalan.
"Kalau kita dapat serangan fajar uangnya paling akan habis dalam 2 hari atau cukup untuk 1 hari lah. Nah tapi kalau kita memilih pemimpin sesuai dengan visi dan misi yang baik, suara kita menentukan nasib kita 5 tahun kedepan," ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....