Efisiensi Anggaran, Festival Tabut 2026 Tetap Masuk Kalender KEN Kemenparekraf
- 21 Mei 2026 15:46 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu mulai merapikan seluruh persiapan Festival Tabut 2026. Event budaya tahunan itu kembali masuk Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif(Kemenparekraf). Festival Tabut 2026 dipastikan tetap digelar berskala nasional di Bengkulu. Bedanya, tahun ini banyak pos kegiatan dipaksa menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran daerah.
Meski tetap masuk kalender nasional, pelaksanaan tahun ini tak semewah sebelumnya. Sejumlah kegiatan dipadatkan, beberapa anggaran dipangkas, bahkan panitia bekerja tanpa honor. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Alpha RF, mengatakan persiapan teknis sudah berjalan sejak awal. Terutama untuk bazar dan pameran yang melibatkan pihak ketiga.
“Untuk bazar dan pameran, kita sudah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, yakni CV Rupa Tama. Karena menggunakan lahan milik pemerintah provinsi, maka tetap dilakukan mekanisme kerja sama resmi, meski tanpa anggaran langsung,” ujarnya.
Pemilihan mitra dilakukan lewat mekanisme pitching, bukan tender lelang. Sebab kegiatan tersebut tidak memakai anggaran belanja langsung pemerintah. Untuk kebutuhan utama festival, Pemprov Bengkulu menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta termasuk pajak. Dana itu dipakai untuk kebutuhan produksi acara.
“EO ini bertanggung jawab pada produksi panggung, sound system, lighting, dan kebutuhan teknis lainnya. Itu sudah kita tunjuk langsung sesuai kebutuhan kegiatan,” ucapnya.
Di tengah efisiensi anggaran, dukungan terhadap komunitas Tabut tetap diberikan. Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu mendapat bantuan Rp20 juta, sedangkan KETAB menerima Rp5 juta. PT Arya Corp ditunjuk sebagai event organizer (EO) yang menangani panggung, tata suara, lighting, hingga kebutuhan teknis lapangan lainnya.
“Ini sudah disepakati bersama dan dipahami oleh masing-masing pihak. Kita menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, namun tetap mendukung pelaksanaan kegiatan budaya,” katanya.
Panitia festival tahun ini juga dibentuk tanpa honorarium. Langkah itu jadi bagian dari penyesuaian anggaran yang sedang diterapkan pemerintah daerah. Meski begitu, ritual adat dipastikan tidak berubah. Prosesi pengambilan tanah, cuci penja, tabut naik, tabut bersanding hingga tabut terbuang tetap dijalankan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Festival Tabut 2026 masih dipusatkan di Sport Center Kota Bengkulu. Sementara promosi kegiatan mulai digerakkan melalui media sosial sambil menunggu rangkaian acara berjalan penuh.
“Ritual tetap berjalan seperti biasa, termasuk prosesi di berbagai titik dan tradisi masyarakat Tabut. Semua sudah dipahami oleh komunitas KKT Bengkulu,” tuturnya.
Pengamanan juga mulai disiapkan bersama kepolisian. Koordinasi dilakukan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan yang diperkirakan kembali menyedot massa besar. Festival Tabut tahun ini akhirnya bukan hanya soal budaya. Tapi juga ujian bagaimana Bengkulu menjaga event nasional tetap hidup saat anggaran daerah sedang diperketat.
“Pengamanan sudah kita bahas bersama pihak kepolisian, dan secara umum persiapan berjalan sesuai rencana,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....