Generasi Muda Masih Kuat di Tengah Tantangan Digital

  • 21 Mei 2026 09:58 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 menjadi momentum refleksi terhadap peran generasi muda dalam melanjutkan semangat perjuangan bangsa di era modern. Akademisi Universitas Bengkulu, Dr. Lisa Adhrianti menilai semangat kebangkitan nasional hingga saat ini masih tumbuh kuat dalam diri anak muda Indonesia.

Menurutnya, generasi muda saat ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam merespons berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan masih hidup dan terus berkembang di tengah perubahan zaman.

“Semangat kebangkitan nasional sebenarnya masih ada dalam darah generasi muda saat ini. Kita melihat banyak euforia dan antusiasme anak muda dalam merespons isu-isu yang terjadi di negaranya, banyak juga calon-calon pemimpin bangsa yang lahir dari semangat kebangsaan itu,” ujar Lisa, saat menjadi narasumber dalam dialog Bengkulu Menyapa di Studio RRI Bengkulu, Kamis 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas sekaligus menjadi motor penggerak kebangkitan nasional. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan kreativitas generasi penerus bangsa.

Lisa menilai, tantangan terbesar generasi muda saat ini hadir di era digitalisasi informasi yang sangat cepat. Kemudahan teknologi di satu sisi memberikan peluang besar untuk berkembang, namun di sisi lain juga memunculkan budaya pasif atau “mager” yang dapat menghambat produktivitas anak muda.

“Ini yang sebenarnya menjadi tantangan, bukan berarti semangat kebangkitan nasional itu menurun, tetapi ada tantangan yang lebih besar di era digital sekarang. Anak muda harus mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan produktif,” katanya.

Meski demikian, ia melihat banyak sisi positif dari generasi muda saat ini. Menurutnya, anak-anak muda sekarang lebih berani menyampaikan pendapat, cepat merespons isu, serta memiliki perspektif dan ide-ide kreatif yang baru.

Hal itu terlihat dari semakin banyaknya tokoh muda yang lahir di berbagai bidang, mulai dari akademisi, peneliti, tokoh agama, hingga generasi muda Indonesia yang berhasil meraih beasiswa, termasuk melalui program LPDP. “Kita bisa melihat sekarang banyak profesor muda, peneliti muda, hingga anak-anak Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa, itu menunjukkan bahwa generasi muda kita sebenarnya sedang bangkit dan terus berkembang,” tuturnya.

Namun demikian, Lisa menegaskan bahwa membangun semangat kebangsaan tidak bisa hanya dibebankan kepada generasi muda semata. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, institusi pendidikan, pemerintah, hingga tokoh masyarakat dan opinion leader untuk terus mendukung pembentukan karakter generasi muda.

Ia berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, kreatif, dan kritis. Serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat demi kemajuan bangsa di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....