Pemkot Bengkulu Dorong Muatan Lokal untuk Lestarikan Bahasa Daerah

  • 11 Sep 2026 12:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu mendorong penerapan mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah di seluruh satuan pendidikan sebagai upaya menjaga keberadaan bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bengkulu Alex Periansyah mengatakan, pembelajaran bahasa daerah di sekolah penting untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga anak-anak terhadap budaya daerah sejak dini.

"Pemerintah Kota Bengkulu berupaya untuk melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Bengkulu yang digunakan masyarakat Kota Bengkulu dengan dialek Lembak dan lainnya. Ini yang harus ditumbuhkan kepada anak-anak agar tidak hilang," kata Alex, Jumat 11 September 2026.

Menurut Alex, penerapan muatan lokal bahasa daerah saat ini sudah berjalan di sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Bengkulu. Pemkot menargetkan pembelajaran tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh satuan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.

Muatan lokal tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan kosakata atau penggunaan bahasa daerah kepada siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan identitas dan budaya masyarakat Bengkulu. Alex mengatakan, generasi muda perlu memiliki pemahaman terhadap bahasa dan budaya lokal agar tidak semakin tergerus oleh perkembangan zaman.

"Dengan adanya penerapan muatan lokal bahasa daerah di seluruh sekolah tingkat SD dan SMP. Kita ingin anak-anak cinta dan bangga terhadap budaya lokal kita, baik budaya tradisional maupun bahasa lokal," ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian bahasa daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, guru, orang tua dan masyarakat. Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan bahasa daerah secara berkelanjutan kepada generasi muda.

Selain bahasa Bengkulu, Provinsi Bengkulu juga memiliki sejumlah bahasa daerah lainnya, seperti bahasa Serawai dan Rejang. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah. Keberadaan bahasa-bahasa tersebut dapat menjadi bagian dari muatan lokal dalam kurikulum pendidikan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Melalui pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan, bahasa daerah diharapkan tidak hanya dikenal oleh siswa, tetapi juga tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Pemkot Bengkulu berharap penerapan muatan lokal bahasa daerah dapat menjadi langkah konkret menjaga bahasa dan budaya Bengkulu sekaligus membangun rasa bangga generasi muda terhadap identitas daerahnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....