KB Pasca Persalinan, Program Prioritas Nasional yang Mampu Tekan AKI dan Stunting
- 20 Mei 2026 16:48 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Program Keluarga Berencana (KB) Pasca Persalinan terus menjadi salah satu program strategis nasional dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB) serta percepatan penanganan stunting. Pemerintah pun menetapkan pelayanan KB Pasca Persalinan sebagai program prioritas nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.
Dalam RPJMN tersebut, pelayanan KB Pasca Persalinan menjadi salah satu indikator utama untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Pemerintah juga menetapkan target capaian secara bertahap hingga tahun 2029.
Pada tahun 2025, target pelayanan KB Pasca Persalinan ditetapkan sebesar 57 persen dan meningkat menjadi 60 persen pada 2026. Selanjutnya target meningkat menjadi 64 persen pada 2027, sebesar 69 persen pada 2028, dan mencapai 75 persen pada 2029.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, mengatakan target tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor KB semata, melainkan indikator nasional yang dipantau secara berkala. Hal itu ia tekankan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Penguatan Kebijakan dan Strategi KB Pasca Persalinan di Kantor BKKBN Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.
“KB Pasca Persalinan memiliki nilai strategis dalam mendukung penurunan angka kematian ibu, dan angka kematian bayi. Ini mempercepat pencapaian keluarga berkualitas,” ujar Zamhir.
Menurutnya, KB Pasca Persalinan bukan sekadar pelayanan kontrasepsi, tetapi bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi yang menyeluruh. Pelayanan tersebut diberikan sejak setelah persalinan hingga 42 hari pasca melahirkan guna mengatur jarak kehamilan secara aman dan mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
Selain itu, program KB Pasca Persalinan juga dinilai mampu menurunkan risiko kehamilan “4 Terlalu”, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak. Program ini juga mendukung pemberian ASI eksklusif, tumbuh kembang anak, hingga penurunan risiko stunting.
Zamhir menyebut capaian pelayanan KB Pasca Persalinan di Provinsi Bengkulu menunjukkan perkembangan, meski masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperbaiki. Berdasarkan laporan SIGA pada Desember 2025, capaian tercatat 12.080 dari target 16.373 atau sekitar 73 persen.
"Angka ini menunjukkan capaiannya masih perlu ditingkatkan. Baik dari sisi pelayanan di fasilitas kesehatan maupun gerakan dan pendampingan di masyarakat,” kata Zamhir mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....