MAPEL Bengkulu Resmi Dilantik, Siap Kawal Restorasi Lingkungan dan Pengawasan DAS
- 18 Mei 2026 12:28 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Yayasan Masyarakat Peduli (MAPEL) Indonesia resmi melantik jajaran pengurus Provinsi Bengkulu dalam acara yang digelar di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Senin 18 Mei 2026 pagi. Pelantikan dilakukan langsung oleh Sekretaris Umum Yayasan MAPEL Indonesia, Nanang Ardiansyah Lubis, sebagai langkah awal memperkuat gerakan sosial dan advokasi lingkungan hidup di daerah.
Dalam susunan kepengurusan yang baru, Kasrul Pardede dipercaya sebagai Ketua MAPEL Provinsi Bengkulu, didampingi Abdullah sebagai Sekretaris dan Kelvin Aldo sebagai Bendahara. Pelantikan tersebut turut disaksikan Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu Raden Ahmad Denni, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Sekretaris Umum Yayasan MAPEL Indonesia, Nanang Ardiansyah Lubis, menegaskan pelantikan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum strategis untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Bengkulu. Ia meminta seluruh pengurus aktif mengedukasi masyarakat serta terlibat langsung dalam pengawasan terhadap berbagai persoalan ekologis yang terjadi.
“MAPEL harus hadir sebagai gerakan masyarakat yang konsisten dalam perlindungan lingkungan hidup. Sekaligus menjadi penggerak kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian alam,” ujar Nanang.
Ketua MAPEL Bengkulu, Kasrul Pardede, menyatakan kesiapan penuh menjalankan amanah organisasi dengan fokus utama pada restorasi lingkungan dan pemulihan daerah aliran sungai (DAS). Menurutnya, persoalan kerusakan lingkungan di Bengkulu membutuhkan perhatian serius, terutama terkait fungsi DAS yang selama ini dinilai mulai terganggu akibat aktivitas yang tidak ramah lingkungan.
Kasrul menegaskan, MAPEL akan mengawal berbagai isu strategis seperti pencemaran sungai, kerusakan hutan, banjir, longsor, hingga aktivitas perusahaan yang berpotensi merusak ekosistem. Salah satu fokus utama organisasi adalah mendorong pengembalian fungsi DAS melalui penanaman vegetasi yang mampu memperkuat struktur tanah dan menjaga kestabilan aliran sungai.
“Fokus kita adalah restorasi lingkungan melalui pengembalian fungsi DAS. Area yang seharusnya ditanami vegetasi penyangga jangan lagi dialihfungsikan secara sembarangan. Kita ingin memastikan perusahaan juga bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya Kasrul.
Asisten II Pemprov Bengkulu, Raden Ahmad Denni, menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran MAPEL di Bengkulu. Menurutnya, organisasi masyarakat seperti MAPEL memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memperkuat pengawasan terhadap persoalan lingkungan.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus melakukan inventarisasi data terkait persoalan lingkungan, termasuk dampak aktivitas perusahaan terhadap kerusakan alam. Jika ditemukan pelanggaran, maka tindakan tegas akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Kita menyambut baik kehadiran MAPEL. Bengkulu menghadapi tantangan banjir dan longsor, sehingga kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menjaga lingkungan,” ujar Denny.
Sebagai langkah konkret pasca pelantikan, MAPEL Bengkulu dijadwalkan langsung menggelar aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan DAS yang berada di wilayah perusahaan swasta di Kabupaten Bengkulu Tengah. Program ini menjadi simbol awal gerakan restorasi ekologis sekaligus komitmen nyata organisasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Provinsi Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....