Naiknya Harga Plastik Membuat Pedagang Kecil Menjerit
- 16 Mei 2026 20:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Kenaikan harga plastik tidak terlepas dari kondisi global. Konflik geopolitik di Timur Tengah memicu gangguan rantai pasok energi, yang berdampak pada industri petrokimia.
Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku plastik sekitar 60 hingga 70 persen, ikut terkena dampak langsung. Dimana biaya produksi palstik dalam negeri ikut meningkat antara 30% hingga 50%.
Kondisi ini memaksa pabrik palstik menaikkan harga jual, termasuk produk kemasan yang digunakan oleh pedagang kecil. Akibatnya para pelaku UMKM di Bengkulu Utara harus menanggung biaya tambahan yang tidak sedikit.
| Baca juga: Harga Cabai Merah di Bintuhan Kembali Naik |
Salah seorang pedagang makanan ringan Kasilawati, mengaku harga kebutuhan plastik mengalami kenaikan hingga 50%. Bahkan ia juga menyebut produk makanan dan minuman ringan dengan kemasan plastik juga ikut naik.
"Iya sudah mau 2 bulan terkahir ini lah harga platik ini naik. Pengeluaran sekarang agak bengkak, karena harga plastik yang kini sangat mahal," ujar Kasilawati.
Sementara itu, salah seorang pedagang siomai Santoso mengatakan kenaikan harga lebih tinggi terjadi pada plastik bening. Dari yang sebelumnya dibandrol 33 ribu rupiah per kilogram, kini menjadi 60 ribu rupiah per kilogram.
Kenaikan ini membuat pedagang mengalami kondisi yang serba sulit. Disatu sisi biaya produksi mengalami peningkatan namun di sisi lain, harga jual dagangan tidak mungkin dinaikan karena berisiko menurunkan daya beli masyarakat.
"Semua jenis plastik sampai yang wadah-wadah plastik itu naik semua. Kalau untuk plastik yang hanyanya naik sangat jauh itu palstik bening yang biasa saya pakai untuk jualan," ujarnya.
Naiknya harga plastik membuat sejumlah pedagang mengalami penurunan omzet. Serta membuat para pedagang harus menyiasati penggunaan kemasan agar tetap bisa bertahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....