Wamenlu Dorong Unib Manfaatkan Potensi Samudra Hindia
- 12 Mei 2026 09:50 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Ratusan mahasiswa memadati Gedung Layanan Terpadu (GLT) Universitas Bengkulu pada Senin, 11 Mei 2026. Mereka datang untuk mengikuti kuliah umum hukum laut yang menghadirkan Arif Havas Oegroseno, diplomat senior Indonesia yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI.
Didampingi Rektor UNIB dan jajaran kampus, Arif Havas Oegroseno berjalan menuju lokasi acara dengan sambutan hangat dari mahasiswa dan dosen. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam rangkaian Dies Natalis ke-44 Fakultas Hukum UNIB yang tahun ini mengangkat isu kemaritiman dan Samudera Hindia.
Di hadapan peserta, Arif membuka pemaparannya dengan menjelaskan posisi strategis Samudera Hindia bagi Indonesia dan dunia. Menurutnya, kawasan tersebut bukan hanya jalur perdagangan internasional, tetapi juga ruang penting bagi diplomasi, keamanan, energi, dan masa depan ekonomi maritim Indonesia.
Suasana kuliah umum berlangsung hidup ketika mahasiswa mulai mengajukan berbagai pertanyaan tentang hukum laut internasional dan tantangan geopolitik kawasan. Arif pun menjawab satu per satu pertanyaan peserta dengan gaya santai namun penuh penjelasan mendalam berdasarkan pengalamannya sebagai diplomat di bidang hukum laut.
Ketua panitia, Ari Wirya Dinata, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal pengembangan pusat studi ASEAN di Fakultas Hukum UNIB. Ia menilai Bengkulu memiliki posisi strategis karena langsung berhadapan dengan Samudera Hindia sehingga sangat potensial menjadi pusat kajian kemaritiman.
Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Hukum UNIB, M. Yamani, yang berharap kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI terus diperkuat melalui riset dan program magang internasional. Sementara itu, Rektor UNIB, Indra Cahyadinata, mengingatkan bahwa Samudera Hindia bukan sekadar bentang alam, tetapi ruang kehidupan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menjelang akhir kuliah umum, Arif Havas Oegroseno menyampaikan gagasan yang langsung menarik perhatian peserta. Ia merekomendasikan pembentukan pusat kajian khusus bernama BIOC atau Bengkulu Indian Ocean Cluster sebagai wadah riset dan pengembangan kajian Samudera Hindia yang diharapkan mampu memberi kontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....