Mafindo Bengkulu Gelar Silatwil Pertama, Fonika Thoyib Terpilih Pimpin DPW

  • 08 Mei 2026 07:09 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu menggelar forum Silaturahmi Wilayah (Silatwil) I pada Kamis, 7 Mei 2026. Agenda ini menjadi forum tertinggi tingkat wilayah untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru.

Dalam forum tersebut, Fonika Thoyib resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Bengkulu secara aklamasi. Iyud Dwi Mursito juga ditetapkan sebagai sekretaris untuk mendampingi kepengurusan periode baru.

Fonika menggantikan Gushevinalti yang kini mendapat amanah baru sebagai bagian dari Dewan Pengawas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mafindo. Pergantian kepemimpinan ini menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat gerakan literasi digital dan pemberantasan hoaks di Bengkulu.

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti secara daring oleh Ketua DPP Mafindo, Mark Maryadat Ufie. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kiprah Mafindo Bengkulu yang dinilai konsisten menghadirkan dampak nyata di masyarakat.

Menurut Mark, Mafindo Bengkulu telah menjadi salah satu kekuatan penting dalam gerakan nasional melawan misinformasi dan disinformasi. Ia menilai berbagai program edukasi yang dijalankan selama ini berhasil memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya literasi digital.

Pada kesempatan yang sama, Gushevinalti menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh relawan dan pengurus yang telah mendukung selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa perjuangan menjaga ruang digital yang sehat harus terus dilanjutkan secara bersama-sama.

Gushevinalti juga optimistis kepemimpinan baru mampu membawa Mafindo Bengkulu semakin solid dan berkembang. Meski kini bertugas di tingkat pusat sebagai Dewan Pengawas DPP, ia memastikan dukungannya terhadap gerakan literasi digital di Bengkulu tidak akan berhenti.

Sementara itu, Fonika Thoyib menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi organisasi dengan memperkuat kolaborasi di tingkat lokal. Ia ingin edukasi literasi digital dapat menjangkau masyarakat hingga ke akar rumput melalui sinergi dengan berbagai pihak.

Fonika menyebut kerja sama dengan komunitas, lembaga pendidikan, media, dan pemerintah daerah akan menjadi fokus utama ke depan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ekosistem informasi yang sehat dan mencegah penyebaran hoaks di tengah masyarakat.

Silatwil I Mafindo Bengkulu ditutup dengan semangat kolaborasi bertajuk “Terus Bergerak dan Berdampak”. Semangat itu menjadi penegasan komitmen Mafindo Bengkulu untuk tetap berada di garda depan dalam melawan fitnah dan berita bohong di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....