Ribuan Keluarga Kurang Mampu Jadi Sasaran Genting

  • 05 Mei 2026 07:00 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Bengkulu Utara terus dilakukan. Salah salah satunya melalui program gerakan orang tua asuh cegah stunting atau genting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bengkulu Utara Nova Hendriyani menyebut program genting menjadi bagian dari isu nasional yang harus didukung oleh daerah. Namun pelaksanaannya tidak menggunakan dukungan APBD maupun APBN.

"Genting menjadi salah satu program untuk menekan angka stunting. Hal ini mengingat stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang menjadi fokus utama pemerintah indonesia," katanya.

Karena tidak menggunakan APBD dan APBN, sebagai gantinya program ini mengedepankan kolaborasi. Dengan mekanisme mulai dari identifikasi keluarga berisiko, pemetaan kebutuhan, penetapan orang tua asuh, penyaluran bantuan, hingga monitoring berkelanjutan.

Jadi program genting merupakan inisiatif berbasis gotong royong dengan melibatkan pihak ketiga sebagai orang tua asuh. Para orang tua asuh ini memberikan dukungan berupa asupan nutrisi, layanan kesehatan, perbaikan sanitasi, hingga edukasi kepada keluarga berisiko stunting.

"Genting ini sifatnya gotong royong ya. Gotong royong dari orang tua asuh yang akan memberikan berbagai dukungan," ucapnya.

Di Kabupaten Bengkulu Utara, tercatat ada sebanyak 2.272 sasaran genting. Sasaran ini berasal dari keluarga yang berisiko stunting.

Khususnya keluarga yang kurang mampu. Sasaran ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia 0 hingga 23 bulan.

"Yang menjadi sasaran genting kita itu ada 2.272. Sasaran ini ialah yang beresiko stunting," ujarnya.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia 2 tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....