Waspada Penipuan Berbasis AI
- 01 Mei 2026 05:39 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu -- Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa dampak positif bagi masyarakat, namun juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. Salah satunya melalui modus penipuan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini mulai marak.
Modus ini memungkinkan pelaku meniru suara hingga membuat pesan yang tampak sangat meyakinkan, bahkan menyerupai orang terdekat korban. Salah satu warga Bengkulu, Arsinta mengatakan bahwa, sempat menerima panggilan mencurigakan dari nomor tidak dikenal dengan suara yang mirip anggota keluarganya dan meminta bantuan secara mendesak.
“Waktu itu saya sempat panik karena suaranya sangat mirip seperti keluarga saya, sehingga membuat saya hampir percaya. Namun setelah saya konfirmasi langsung, ternyata bukan, dan saya pun sadar itu penipuan" ujarnya, Jumat, 1 Mei 2026.
Selain teknik voice cloning, pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan deepfake, yaitu manipulasi gambar atau video berbasis kecerdasan buatan yang membuat seseorang tampak nyata dan autentik. Teknologi ini menjadikan penipuan semakin sulit dikenali dan berisiko mengecoh masyarakat jika tidak waspada.
Kepala kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu, Ayu Lasmi Sintia Dewi mengatakan bahwa perkembangan AI saat ini memungkinkan pembuatan suara dan visual yang sangat realistis, sehingga masyarakat perlu lebih kritis dalam menerima informasi.
“Teknologi AI sekarang memungkinkan peniruan suara dan visual dengan cukup akurat. Karena itu, masyarakat jangan langsung percaya, terutama jika ada permintaan mendesak yang berkaitan dengan uang atau data pribadi.” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan permintaan data pribadi atau transaksi. Selain itu, hindari membagikan informasi penting secara sembarangan agar tidak dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, kewaspadaan ini penting untuk menghindari kerugian akibat penipuan yang semakin canggih. Reyhan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....