Rafflesia Kemumu Kembali Mekar

  • 28 Apr 2026 13:56 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Puspa langka endemik asal Kabupaten Bengkulu Utara yakni Bunga Rafflesia Kemumu kembali mekar. Kali ini Bunga Rafflesia tersebut mekar di Kawasan Hutan Lindung Boven Lais Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, tepatnya di spot talang rais.

Ketua Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu Utara Dani Umbara mengatakan Bunga Rafflesia kali ini mekar dengan diameter 45cm. Ukuran ini cukup besar dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

"Di bulan April ini bunga kebanggaan kita yakni Bunga Rafflesia kembali mekar ya. Untuk kali ini lokasi mekar berada di spot Talang Rais Palak Siring Kemumu," katanya.

Dani Umbara menyebut mekarnya Bunga Rafflesia sudah memasuki hari ke 3. Diprediksikan bunga ini akan bertahan hingga 3 atau 6 hari kedepan.

Hanya saja jika sudah lewat dari hari ke 4 atau ke 5 biasanya kondisi bunga Rafflesia tidak sebagus seperti dihari pertama sampai ke 3. Karena warna bunga Rafflesia sudah mulai menggelap.

"Kalau sekarang ini kondisi bunga lagi bagus-bagusnya. Kalau sudah lewat dari 5 hari biasanya bunganya sudah agak layu," ucapnya.

Bagi wisatawan yang ingin melihat langsung keindahan dan keunikan dari bunga terbesar di dunia ini, pengunjung disarankan untuk menggunakan jasa guide. Biasanya guide selalu stanbye di loket Obyek Wisata Palak Siring.

Hal ini dikarenakan jalur menuju lokasi mekarnya bunga Rafflesia berada di tebing dan cukup terjal. Jika tidak didampingi oleh guide dikhawatirkan akan membahayakan pengunjung.

"Kalau mau liat bunga Rafflesia jangan pergi sendirian, karena akses jalan menunuju lokasi bunga sangat terjal. Jadi lebih baik minta temani oleh guide saja," ujarnya.

Bunga Rafflesia Kemumu merupakan Rafflesia endemik dari Kabupaten Bengkulu Utara, yang memiliki ciri-ciri berbeda dari Raffelsia yang ada di daerah lainnya. Hal tersebut telah dibuktikan dengan uji lab oleh Pakar Rafflesia Bengkulu.

Disamping itu Rafflesia Kemumu ini adalah Rafflesia ke-31 di dunia, urutan ke-15 di indonesia dan nomor ke-11 di Sumatera. Nama Kemumu memang sengaja diberikan sebagai lokasi pertama kalinya spesimen ini diambil untuk dideskripsikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....