Arus Cair Mengalir, Kinerja Pelabuhan PTP Nonpetikemas Tanjung Priok Terangkat

  • 27 Apr 2026 10:14 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah riuhnya aktivitas pelabuhan pada awal tahun, deru pompa dan aliran cairan dari kapal ke tangki penyimpanan menjadi penanda geliat baru di sektor logistik nasional. Di balik pemandangan itu, PT Pelabuhan Tanjung Priok Nonpetikemas atau PTP Nonpetikemas mencatatkan kisah kinerja yang tak sekadar angka, tetapi juga tentang daya tahan dan adaptasi di tengah dinamika distribusi barang.

Memasuki Triwulan I 2026, perusahaan yang berada dalam naungan Pelindo Group ini membukukan throughput sebesar 12,04 juta ton. Angka tersebut mencerminkan stabilitas operasional, namun jika ditelusuri lebih dalam, ada satu segmen yang mencuri perhatian—curah cair.

Segmen ini tumbuh signifikan hingga mencapai 3,09 juta ton, naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bukan hanya melampaui capaian sebelumnya, angka itu juga melampaui target perusahaan. Di sinilah cerita mulai bergerak: curah cair menjadi motor penggerak baru, seiring meningkatnya kebutuhan distribusi energi dan bahan baku industri di berbagai wilayah.

Di pelabuhan-pelabuhan seperti Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Pontianak, hingga Pelabuhan Jambi, aktivitas bongkar muat cairan berlangsung intens. Tangki-tangki besar dan pipa distribusi menjadi saksi bagaimana komoditas strategis mengalir tanpa henti, menjaga denyut industri tetap hidup.

Meski begitu, tulang punggung operasional masih dipegang oleh curah kering yang menyumbang hampir setengah dari total throughput. Dari Pelabuhan Tanjung Priok hingga Pelabuhan Panjang, komoditas seperti batu bara, biji-bijian, dan bahan baku lainnya tetap mendominasi pergerakan barang.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, melihat capaian ini sebagai refleksi ketahanan operasional perusahaan. Menurutnya, keseimbangan antarsegmen menjadi kunci dalam menjaga performa di tengah perubahan arus logistik.

Namun, cerita ini tidak hanya tentang angka dan distribusi barang. Di balik aktivitas bisnis, perusahaan juga mengambil peran sosial. Melalui program mudik bersama, ratusan pemudik diberangkatkan dari Jakarta menuju berbagai daerah, menghadirkan sisi humanis di tengah kesibukan industri.

Bagi Fiona Sari Utami, keberlanjutan kinerja bukan hanya soal efisiensi operasional, tetapi juga tentang kontribusi nyata kepada masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui peningkatan layanan, digitalisasi sistem, hingga program tanggung jawab sosial yang tepat sasaran.

Di ujung cerita, pelabuhan bukan lagi sekadar tempat bongkar muat. Ia menjadi simpul penting yang menghubungkan kebutuhan industri, pergerakan ekonomi, dan kehidupan masyarakat. Dan di awal 2026 ini, aliran curah cair seolah menjadi metafora—bahwa ketika distribusi mengalir lancar, ekonomi pun ikut bergerak maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....