Advokasi Terpadu, BPOM Dorong Pemkab Benteng Wujudkan Keamanan Pangan Daerah

  • 22 Apr 2026 10:29 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Tengah – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu menggelar kegiatan Advokasi Terpadu Program Keamanan Pangan Berbasis Komunitas di aula pertemuan Desa Nakau, Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini mencakup penguatan program desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas, sekolah dengan pembudayaan keamanan pangan, serta kabupaten/kota pangan aman.

Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah Pemkab Bengkulu Tengah, mulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Perdagangan dan instansi terkait lainnya. Hadir pula perwakilan sekolah, pengelola pasar, serta pemerintah desa sebagai bagian dari pelaksana program di lapangan.

Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, menegaskan keamanan pangan merupakan aspek penting dalam mendukung kesehatan dan produktivitas masyarakat. Menurutnya, pangan yang aman dan layak konsumsi menjadi tanggung jawab bersama.

“Keamanan pangan bukan hanya kebutuhan dasar. Tetapi tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan,” ujar Kodon Tarigan.

Ia menjelaskan, program ini mencakup penguatan desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas, serta sekolah yang menerapkan budaya keamanan pangan. Program juga diarahkan untuk mendorong terwujudnya kabupaten/kota pangan aman.

Namun demikian, BPOM menilai keberhasilan program tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Diperlukan sinergi lintas sektor, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan di lapangan.

“Kami berharap dukungan penuh pemerintah daerah, baik melalui kebijakan, perencanaan, maupun keterlibatan aktif OPD sesuai tugasnya,” ujarnya.

BPOM juga mendorong Bappeda untuk mengintegrasikan program ini dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, sementara dinas terkait diminta melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu mewujudkan sistem keamanan pangan yang terpadu, sekaligus menjadi contoh daerah yang berhasil dalam pengelolaan pangan berbasis komunitas.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bengkulu Tengah, Gunawan R, menegaskan program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta Kabupaten/Kota Pangan Aman merupakan upaya besar yang harus didukung bersama.

Menurutnya, program ini menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari desa, pasar hingga lingkungan sekolah yang menjadi bagian penting dalam rantai keamanan pangan. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, kata dia, menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

“Ini bukan hanya kepentingan BPOM, tetapi kepentingan daerah untuk melindungi kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tuturnya.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah dan stakeholder tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi memberikan dukungan nyata melalui kebijakan, program, penganggaran, dan pendampingan berkelanjutan di lapangan. Bappeda juga diminta mengintegrasikan program ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

Gunawan menekankan seluruh OPD harus bergerak dalam satu visi agar program tidak berhenti di atas kertas, melainkan menghasilkan perubahan nyata di masyarakat. "Desa harus mandiri menjaga keamanan pangan, pasar harus menjadi tempat distribusi yang aman, dan sekolah harus membentuk generasi yang sadar pangan sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini menjadi bagian penting dari pembangunan daerah secara menyeluruh dan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Gunawan mengajak seluruh pihak menjadikan keamanan pangan sebagai gerakan bersama demi mewujudkan Bengkulu Tengah yang lebih sehat, kuat, dan maju.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....