Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe Bengkulu Sesuaikan Harga

  • 20 Apr 2026 08:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kenaikan harga kedelai dalam beberapa pekan terakhir membawa cerita tersendiri bagi para pelaku usaha tempe di Kota Bengkulu. Di tengah kondisi bahan baku yang terus merangkak naik, mereka tetap bertahan, menjaga dapur produksi agar tidak pernah benar-benar padam.

Salah satunya adalah Wulan, seorang pembuat tempe yang setiap hari bergelut dengan karung-karung kedelai. Ia merasakan betul perubahan harga yang terjadi dalam dua minggu terakhir, dari semula Rp520 ribu per karung, kini harga kedelai telah menyentuh Rp560 ribu.

Bagi Wulan, angka-angka itu bukan sekadar statistik, di baliknya ada hitungan biaya, tenaga, dan kekhawatiran yang harus ia hadapi setiap hari. Meski demikian, ia memilih untuk tetap memproduksi tempe seperti biasa, dalam sehari, 8 hingga 12 karung kedelai tetap ia olah demi memenuhi kebutuhan pasar.

“Kalau berhenti, pelanggan juga akan kesulitan. Jadi tetap kami jalankan meski memang terkadang dilema, karena kalau naik harnya pasti ada pertanyaan dari konsumen,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

Namun, bertahan tentu bukan tanpa konsekuensi, dengan berat hati, Wulan harus menyesuaikan harga jual tempe. Jika sebelumnya satu batang dijual Rp13 ribu, kini naik menjadi Rp14 ribu, kenaikan Rp1.000 itu menjadi langkah yang tak terhindarkan agar usaha kecilnya tetap bisa berjalan.

Meski begitu, ada sedikit kelegaan yang ia rasakan, para pelanggan ternyata memahami kondisi yang terjadi. Mereka tetap datang membeli, seolah ikut merasakan beban yang dipikul para perajin tempe.

Di tengah naiknya harga bahan baku, kisah seperti Wulan menjadi gambaran nyata tentang ketahanan pelaku usaha kecil. Mereka tidak hanya memproduksi makanan, tetapi juga menjaga keberlangsungan kebutuhan masyarakat, meski harus berjuang lebih keras dari biasanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....