HK Dorong UMKM Masuk Rest Area Tol Bengtaba
- 18 Apr 2026 14:51 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – PT Hutama Karya (HK) terus mengupayakan optimalisasi rest area di ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung (Bengtaba) dengan membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dilakukan menyusul masih rendahnya tingkat keterisian tenant di lokasi tersebut.
Kepala Regional Sumbagsel PT Hutama Karya Divisi Operasi dan Pemeliharaan, Arief Yeri Krisnanto, menyampaikan bahwa dari total 34 unit tenant yang tersedia di rest area KM 5 A dan B, baru tiga unit yang terisi.
“Masih sangat terbuka peluang bagi UMKM untuk bergabung. Saat ini tingkat okupansinya masih rendah,” kata Arief disela-sela Gathering bersama Media Massa di Bengkulu pada Sabtu (18/4).
Menurutnya, HK menawarkan tarif sewa yang relatif terjangkau, sekitar Rp900 ribu per bulan. Kebijakan ini diharapkan mampu menarik minat pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia.
"Jika ada yang minat, kita juga bisa memberikan diskon sewa. Bahkan sebelum nya ada diskon hingga 50 persen untuk jangka tertentu," ujarnya.
Dari sisi lalu lintas, Tol Bengtaba menunjukkan peningkatan. Puncak volume kendaraan tercatat pada 24 Maret dengan 5.893 kendaraan per hari, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, tingginya trafik tersebut belum diikuti dengan peningkatan jumlah kendaraan yang singgah di rest area. Saat ini, rata-rata hanya sekitar 70 kendaraan per hari yang berhenti.
"HK menilai kondisi ini sebagai peluang untuk meningkatkan daya tarik rest area melalui kehadiran UMKM. Dengan semakin beragamnya pilihan usaha, diharapkan pengguna jalan tol lebih tertarik untuk beristirahat," tuturnya.
Diketahui, ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung sepanjang 17 kilometer sendiri merupakan bagian dari pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Bengkulu.
Mengenai kelanjutan pembangunan, ia menambahkan belum bisa memastikannya, karena untuk tahun ini sepengetahuan belum ada rencananya.
"Meski blm diketahui pasti kelanjutan, namun kedepannya tetap optimis bisa dilanjutkan, kini tergantung dengan pemerintah pusat dan upaya Pemda Provinsi dalam meyakinkan pusat," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....