Disdikbud Kota Bengkulu Siap Laksanakan SPMB 2026/2027 Awal Juni

  • 17 Apr 2026 07:07 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu memastikan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 akan dimulai pada awal Juni 2026. Saat ini, berbagai persiapan teknis terus dimatangkan, termasuk penyusunan petunjuk teknis (juknis) sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.

Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menyampaikan bahwa mekanisme SPMB tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sistem penerimaan masih mengacu pada pola yang telah diterapkan pada 2025.

“Insya Allah awal Juni kita mulai laksanakan. Persiapan sudah berjalan, termasuk juknis juga sudah kita siapkan. Polanya hampir sama dengan tahun sebelumnya,” ujar Ilham, Jumat 17 April 2026.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), proses penerimaan siswa baru tetap menggunakan tiga jalur utama, yakni zonasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua. Kebijakan ini, menurut Ilham, bertujuan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik di Kota Bengkulu agar dapat mengakses pendidikan sesuai dengan domisili serta kondisi masing-masing.

Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), selain mempertimbangkan nilai akademik, Disdikbud juga memasukkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen penilaian, khususnya dalam jalur prestasi. Nilai TKA nantinya akan diakumulasikan dengan capaian prestasi siswa saat mendaftar.

“TKA menjadi salah satu item penilaian tambahan dalam jalur prestasi. Ini akan digabungkan dengan prestasi siswa saat mendaftar,” katanya.

Guna memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel, Disdikbud Kota Bengkulu juga akan membuka posko pengaduan bagi masyarakat. Posko ini disiapkan untuk menampung laporan dari orang tua maupun pihak lain yang merasa dirugikan selama proses SPMB berlangsung.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir berbagai bentuk pelanggaran, seperti pungutan liar (pungli) maupun praktik yang tidak transparan dalam proses penerimaan siswa baru. “Kalau terbukti ada pelanggaran, tentu akan kami proses. Tapi kalau tidak terbukti, kita tetap melakukan pengawasan bersama,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....