Pedagang Kembali ke Lokasi Lama, Gedung PTM Masih Sepi

  • 13 Apr 2026 15:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Kebijakan relokasi pedagang Pasar Minggu ke Gedung PTM disertai fasilitas gratis sewa selama tiga bulan sebagai upaya penataan kawasan. Namun, setelah berjalan beberapa waktu, kondisi di dalam gedung dinilai masih sepi pengunjung sehingga belum menarik minat sebagian pedagang untuk menempati lapak yang telah disiapkan.

Sejumlah pedagang memilih kembali berjualan di titik lama karena merasa lebih mudah dijangkau pembeli yang sudah terbiasa datang ke lokasi tersebut. Situasi ini membuat banyak lapak di dalam gedung terlihat belum terisi maksimal meski masa gratis sewa masih berlaku.

Salah seorang pedagang yang tidak terdampak relokasi, Bude Kedi, mengatakan melihat para pedagang yang dipindahkan justru kembali berjualan di pinggir jalan. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi hampir setiap hari karena para pedagang menilai pembeli lebih mudah menemukan mereka di lokasi lama dibandingkan di dalam gedung.

“Saya lihat mereka tetap jualan di luar, tidak masuk ke dalam gedung PTM karena di dalam sepi. Pembeli juga lebih sering berhenti di pinggir jalan karena sudah terbiasa mencari pedagang di situ" ujarnya, Senin 13 April 2026.

Di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku bukan hanya persoalan sepinya pembeli yang menjadi pertimbangan, tetapi juga kekhawatiran akan potensi penertiban yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Mereka merasa berada dalam posisi tidak pasti karena harus berpindah-pindah tempat berdagang dalam waktu yang relatif singkat.

Salah seorang pedagang lainya, Elin Suginim mengatakan, kondisi tersebut membuat mereka cemas memikirkan kelangsungan usaha ke depan. Jika terus berpindah lokasi akibat penertiban, mereka khawatir pelanggan akan semakin sulit menemukan tempat berjualan mereka.

“Saya udah lama berjualan disini dari awal pasar ini berdiri, yang ditakutkan kalau nanti digusur lagi, kemaren udah coba pindah. Tetapi kalau disuruh pindah lagi pembeli makin tidak tahu kami di mana" ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penataan lokasi saja belum sepenuhnya menjawab persoalan di lapangan. Tanpa kepastian tempat berjualan yang stabil dan arus pembeli yang jelas, pedagang masih berada dalam situasi serba tidak pasti dalam menjalankan usaha mereka. Reyhan

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....