BPBD Bengkulu Intensifkan Pendataan Korban Banjir

  • 07 Apr 2026 15:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu masih terus melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir yang melanda hampir seluruh wilayah kota sejak beberapa hari terakhir. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Deni, mengatakan hingga hari ini, proses pendataan masih terus berlangsung sejak hari pertama kejadian.

“Sejak Senin hingga hari ini kami masih terus melakukan pendataan. Dan merekap jumlah korban terdampak banjir di Kota Bengkulu,” ujar Deni, Selasa 7 April 2026.

Ia menjelaskan, banjir yang mulai terjadi sejak Minggu telah berdampak pada hampir seluruh kecamatan di Kota Bengkulu. Dari total sembilan kecamatan, sebagian besar wilayah dilaporkan terdampak dengan jumlah korban yang bervariasi.

Sejak awal kejadian, BPBD juga langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti mie instan, beras, dan air mineral.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Baznas, dan Dinas Kesehatan. Kami berkolaborasi dan berbagi lokasi dalam penyaluran bantuan,” katanya.

Deni menambahkan, masing-masing instansi memiliki peran penting dalam penanganan dampak banjir. Dinas Kesehatan menyalurkan obat-obatan, Baznas memberikan bantuan beras, sementara Dinas Sosial menyediakan perlengkapan seperti kasur, selimut, hingga kebutuhan bayi.

Berdasarkan data sementara BPBD per 7 April 2026 pukul 08.00 WIB, sebaran warga terdampak banjir tersebar di berbagai kecamatan. Di Kecamatan Singaran Pati, banjir merendam puluhan rumah di sejumlah kelurahan, di antaranya Jembatan Kecil sebanyak 68 rumah, Lingkar Timur 6 kepala keluarga (KK), Timur Indah 30 KK, dan Panorama 54 KK.

Di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kelurahan Rawa Makmur mencatat 41 KK terdampak, Rawa Makmur Permai 185 KK, serta Pematang Gubernur 173 KK. Kecamatan Ratu Agung menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar. Di Kelurahan Tanah Patah tercatat 238 KK terdampak, Tebeng 745 KK, serta Sawah Lebar Baru 80 KK.

Sementara itu di Kecamatan Ratu Samban, jumlah warga terdampak di antaranya Anggut Atas 29 KK, Belakang Pondok 95 KK, Penurunan 84 KK, Anggut Bawah 3 KK, dan Kebun Dahri 44 KK. Di Kecamatan Sungai Serut, Kelurahan Tanjung Agung mencatat 281 KK atau 895 jiwa terdampak, Sukamerindu 147 KK, Surabaya 125 KK, Pasar Bengkulu 19 KK atau 75 jiwa, Semarang 49 KK, serta Kampung Kelawi 5 KK atau 20 jiwa.

Kecamatan Selebar mencatat Kelurahan Pagar Dewa terdampak sebanyak 57 KK. Sementara di Kecamatan Kampung Melayu, Kelurahan Muara Dua terdapat 50 warga dewasa dan 5 balita terdampak. Sedangkan di Kecamatan Gading Cempaka, Kelurahan Lingkar Barat tercatat 60 rumah terdampak, serta Jalan Gedang sebanyak 20 KK.

BPBD memastikan pendataan akan terus diperbarui seiring perkembangan kondisi di lapangan. Selain itu, upaya penyaluran bantuan juga terus dioptimalkan agar dapat menjangkau seluruh warga terdampak secara merata.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....