Eskalasi Timteng, Mafindo Bengkulu Imbau Masyarakat Cermat Memilah Informasi

  • 02 Apr 2026 07:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks di tengah derasnya arus informasi digital. Imbauan ini muncul seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu berbagai spekulasi tanpa dasar yang jelas.

Korwil Mafindo Bengkulu Gushevinalti mengatakan banyak informasi yang beredar saat ini tidak dapat diverifikasi kebenarannya dan cenderung menyesatkan publik. Narasi yang tidak didukung bukti kuat tersebut berpotensi memperkeruh situasi dan menciptakan kesalahpahaman luas di tengah masyarakat.

"Harus dipilah dulu jangan sampai merugikan kita sendiri. Apalagi banyak pihak yang sengaja ingin menciptakan kekhawatiran ditengah masyarakat," kata Gushevinalti beberapa waktu lalu.

Beragam teori dan prediksi yang beredar di media sosial sering kali dibungkus dengan judul provokatif sehingga mudah menarik perhatian. Namun, masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi sebelum memastikan sumber dan validitasnya.

Dampak dari penyebaran hoaks ini tidak hanya sebatas kesalahan informasi, tetapi juga dapat memicu kepanikan publik. Fenomena panic buying, termasuk antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM), mulai terlihat di sejumlah daerah akibat kabar yang belum tentu benar.

Seperti isu kenaikan BBM per 1 Aril 2026, membuat sejumlah SPBU di kota nesa Indonesia dipenuhi antrian kendaraan. Padahal sejatinya pemerintah RI memutuskan tak ada kenaikan BBM baik subsidi dan non subsidi hingga saat ini, 2 April 2026.

Selain itu, kecemasan masyarakat juga meningkat karena informasi yang beredar sering kali menggambarkan situasi secara berlebihan. Hal ini dapat mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi apabila tidak segera diantisipasi dengan literasi digital yang memadai.

Gushevinalti mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, terutama yang berkaitan dengan isu global yang sensitif. Verifikasi melalui sumber resmi dan media kredibel menjadi langkah penting untuk menghindari dampak buruk dari hoaks.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Dengan sikap bijak dan kehati-hatian, diharapkan penyebaran hoaks dapat ditekan dan situasi tetap kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....