Ketua DPD RI Sultan Terima DOCTOR PHD Honoris Causa

  • 01 Apr 2026 12:52 WIB
  •  Bengkulu

Dari Korean Maritiem and Ocean University

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin resmi menerima gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU), dalam seremoni akademik yang berlangsung khidmat di kampus KMOU, Busan Korea selatan pada Rabu (01/04/2026).

Sultan menjadi tokoh Indonesia kedua setelah Mantan President RI ke-5 Megawati Soekarno Putri yang dianugerahi gelar Doctor HC dari Universitas Unggulan Korea itu.

Penganugerahan ini dipimpin langsung oleh Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun, dengan promotor Prof. Dr. Kim Soo-il dari Busan University of Foreign Studies, serta dihadiri lengkap oleh jajaran senat, civitas akademik kampus .

Sultan tampak di dampingi istri, 2 pimpinan DPD RI dan beberapa anggota DPD RI serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Hadir juga beberapa pengusaha Korea dan kolega dari ketua DPD RI di Korea.

Menurut Prof KIM Pemberian gelar kehormatan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi Senator asal Bengkulu ini dalam memperkuat diplomasi parlemen Indonesia selama ini, khususnya dalam mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, serta konsistensinya dalam mengadvokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir.

"Kami mengenal lama sosok sultan dan mengikuti kiprah KETUA DPD RI selama ini dan beliau pantas untuk mendapatkan gelar ini terang profesor kim . Karena pak sultan orang paling aktif melalukan diplomasi , mengenalkan potensi semua di daerah di Indonesia ujar mantan wakil ketua assosiasi forum rektor se- Korea dan mantan Konjen Korea yang sangat fasih berbahasa Indonesia," katanya.

Dalam orasi ilmiahnya, Sultan menegaskan bahwa laut memiliki peran strategis sebagai penghubung peradaban dan fondasi masa depan kerja sama global.

“Laut adalah pemersatu peradaban. Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan," ujar Sultan.

Penulis Buku Green Democracy ini juga menekankan pentingnya membangun kerja sama internasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial, sejalan dengan arah pembangunan global dan visi Indonesia menuju ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy).

Sebagai Ketua DPD RI, Sultan dikenal sebagai tokoh nasional yang konsisten memperjuangkan penguatan peran daerah dalam pembangunan nasional. Dalam agenda legislasi, mantan wakil Gubernur Bengkulu ini aktif mendorong disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan sebagai basis kebijakan yang berpihak pada wilayah kepulauan, masyarakat pesisir, serta optimalisasi potensi kelautan Indonesia sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional.

Dalam pernyataannya usai menerima gelar, Sultan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Korean Maritime and Ocean University sebagai institusi akademik yang telah berkontribusi besar dalam mendorong riset pengembangan potensi sumber daya ekonomi laut bagi Republik Korea dan dunia.

"Saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden KMOU, para profesor, dan seluruh civitas akademika atas gelar kehormatan ini. Ini bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi pengakuan akademik terhadap eksistensi masyarakat daerah kepulauan dan ekosistem di seluruh lautan Indonesia," tegasnya.

Sultan mengatakan Gelar Doctor kehormatan tersebut menjadi tanggung jawab moral yang harus dijaga. Dunia international akan menantikan Komitmen Indonesia, khususnya DPD RI sebagai lembaga legislatif dalam menyusun kebijakan terkait Daerah kepulauan Dan Kelautan dalam rangka membangun kerja sama global di bidang pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sultan menegaskan bahwa penganugerahan ini harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea ke arah yang lebih konkret dan berdampak terhadap pembangunan daerah.

"Kami berharap momentum ini dapat meningkatkan hubungan Indonesia-Korea ke level yang lebih implementatif dan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan sektor kemaritiman, daerah kepulauan, dan masyarakat pesisir di Indonesia," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara keunggulan teknologi maritim Korea dan potensi sumber daya Indonesia merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....