Pemprov Bengkulu Usulkan Enam Kampung Nelayan Terpadu
- 21 Mar 2026 16:33 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai memetakan pengembangan ekonomi pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pada tahun 2026, sebanyak enam kawasan nelayan terpadu diusulkan untuk dibangun dengan total anggaran mencapai Rp150 miliar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Syafriandi, SE., ST., MSi, mengatakan usulan tersebut saat ini masih menunggu proses verifikasi dari pemerintah pusat. Survei lapangan dijadwalkan akan dilakukan setelah Lebaran 2026.
“Untuk tahun 2026, setelah Lebaran akan dilakukan survei oleh kementerian sesuai usulan. Kita mengajukan enam titik,” ujarnya, Sabtu 21 Maret 2026.
Enam lokasi yang diusulkan berada di wilayah pesisir strategis, yakni Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Tengah, hingga Mukomuko. Setiap lokasi diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar.
Menurut Syafriandi, konsep KNMP dirancang sebagai kawasan terpadu yang menghubungkan seluruh rantai aktivitas perikanan, mulai dari penangkapan, pendaratan ikan, pengolahan, hingga distribusi dalam satu sistem. “Semua aktivitas nelayan akan terpusat di satu kawasan, sehingga lebih efisien dan mudah diakses,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional kawasan, berbagai fasilitas akan dibangun, seperti cold storage, pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), hingga tempat pelelangan ikan yang terintegrasi. Keberadaan KNMP diharapkan mampu menyatukan seluruh aktivitas dalam satu sistem yang lebih terorganisir dan bernilai ekonomi tinggi.
Program KNMP merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesisir. Melalui integrasi tersebut, diharapkan distribusi hasil tangkap menjadi lebih efisien, nilai jual meningkat, serta kesejahteraan nelayan dapat terdongkrak.
Pada 2025, pembangunan KNMP di Bengkulu telah dimulai di tiga lokasi. Dua di antaranya di Kaur dan Seluma telah selesai, sementara satu lokasi di Bengkulu Utara masih dalam tahap penyelesaian.
Pemprov Bengkulu berharap kawasan yang telah rampung dapat segera dioperasikan dan menjadi model pengembangan ekonomi pesisir berbasis kawasan terpadu di daerah. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat KNMP yang sudah selesai bisa segera beroperasi,” kata Syafriandi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....