Disperindag Bengkulu Imbau ASN dan Warga Mampu Tidak Gunakan LPG 3 Kg
- 16 Mar 2026 10:09 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - PLT Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu, Alex Pebriansyah, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat yang tergolong mampu untuk tidak menggunakan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram. Imbauan ini disampaikan menyusul mulai sulitnya masyarakat mendapatkan gas melon dalam beberapa waktu terakhir, pada Senin 16 Maret 2026.
Alex menjelaskan, kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi saat ini diduga disebabkan meningkatnya konsumsi selama bulan Ramadan. Menurutnya, lonjakan penggunaan gas terjadi karena banyaknya usaha mikro dadakan yang bermunculan selama bulan puasa.
“Penyebab kelangkaan karena peningkatan jumlah pemakaian gas yang disebabkan banyaknya UMKM dadakan pada saat bulan Ramadan ini. Untuk itu kami meminta bagi yang mampu agar bisa beralih ke LPG 5 Kg,” ujarnya.
Selain itu, Alex juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, telah menerbitkan surat edaran terkait penggunaan LPG tabung 3 kilogram agar tepat sasaran. Dalam surat edaran tersebut, ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pelaku usaha dengan modal di atas Rp50 juta di luar tanah dan bangunan, serta masyarakat yang tergolong mampu diimbau untuk tidak menggunakan LPG 3 kilogram.
Sebagai gantinya, kelompok masyarakat tersebut diminta beralih menggunakan LPG nonsubsidi ukuran 5 kilogram atau 12 kilogram. Langkah ini diambil sebagai upaya pengendalian penggunaan LPG subsidi agar benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, seperti rumah tangga kecil, pelaku usaha mikro, dan nelayan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, di lapangan masyarakat berharap pengawasan tidak hanya berhenti pada imbauan semata. Warga meminta pemerintah turut melakukan inspeksi mendadak secara berkala terhadap distribusi serta penertiban harga di tingkat pengecer, agar pasokan gas melon kembali mudah didapat dengan harga yang wajar menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....