Relawan Donor Darah Bengkulu Dorong Minat Masyarakat agar Mendonor Darah

  • 12 Mar 2026 09:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kehadiran komunitas relawan donor darah di Bengkulu dinilai turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah secara sukarela. Selain itu, pandangan negatif masyarakat terkait isu jual beli darah juga mulai berkurang seiring dengan meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya donor darah bagi kemanusiaan.

Founder Relawan Donor Darah Bengkulu, M. Leo Fatil Bakti, mengatakan kehadiran komunitas relawan donor darah turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berdonor. Selain itu, pandangan negatif masyarakat terkait isu jual beli darah juga mulai berkurang. Ia menjelaskan bahwa donor darah bukan hanya untuk membantu sesama, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Di beberapa kota besar seperti Bandung, kegiatan donor darah bahkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda yang menyadari bahwa donor darah bermanfaat bagi kesehatan sekaligus menjadi bentuk sedekah.

“Sejak adanya komunitas relawan donor darah, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah mulai meningkat dan pandangan negatif terkait isu jual beli darah perlahan berkurang. Donor darah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga bentuk kepedulian kemanusiaan yang di beberapa kota besar bahkan telah menjadi gaya hidup, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu di Bengkulu, kesadaran masyarakat untuk berdonor dinilai masih relatif rendah. Banyak masyarakat yang mendonorkan darah hanya ketika ada anggota keluarga yang membutuhkan.Selain itu, masih terdapat kesalahpahaman di masyarakat terkait biaya dalam proses transfusi darah.Sebagian masyarakat belum mengetahui adanya biaya pengganti pengolahan darah bagi pasien umum, biaya tersebut digunakan untuk proses pemeriksaan seperti pengecekan golongan darah serta skrining penyakit seperti HIV, sifilis, dan hepatitis. Untuk pasien peserta BPJS, biaya tersebut ditanggung oleh program jaminan kesehatan.

Untuk mengantisipasi penumpukan pendonor, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti setelah berbuka puasa. Pihak relawan telah berkoordinasi dengan petugas instalasi gawat darurat (IGD) untuk menambah jumlah teknisi agar proses donor dapat berjalan lebih cepat. Saat ini, Relawan Donor Darah Bengkulu telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk 10 kabupaten dan kota serta 10 kampus di Provinsi Bengkulu. Komunikasi juga terus dilakukan dengan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) untuk membantu distribusi dan kebutuhan darah setiap hari.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, komunitas relawan donor darah di Bengkulu terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin. Diharapkan ke depan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berdonor secara sukarela sehingga kebutuhan darah di rumah sakit dapat terpenuhi dan pelayanan kesehatan bagi pasien dapat berjalan lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....