Bapenda Bengkulu Jemput Bola untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak

  • 11 Mar 2026 07:36 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu resmi mengubah pola pengawasan pajak dengan menerapkan strategi “jemput bola”. Melalui pendekatan ini, petugas langsung turun ke lapangan untuk memastikan para pelaku usaha menyetorkan pajak sebesar 10 persen dari omzet yang diperoleh.

Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan transparansi sekaligus menutup potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu. Dengan sistem pengawasan yang lebih aktif, Bapenda tidak lagi hanya menunggu laporan dari wajib pajak, tetapi juga melakukan pengecekan langsung di lokasi usaha.

Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, menjelaskan bahwa petugas akan mendatangi wajib pajak untuk mengecek omzet secara riil. Dari hasil pengecekan tersebut, petugas kemudian menghitung besaran pajak 10 persen yang harus disetorkan oleh pelaku usaha.

“Kami sudah mulai mendatangi wajib pajak secara langsung. Petugas akan mengecek omzet secara riil, menghitung besaran 10 persen, dan meminta pelaku usaha segera menyetorkannya langsung ke kas daerah,” ujar Noni.

Selain itu, Bapenda juga menegaskan bahwa seluruh pembayaran pajak harus dilakukan secara non-tunai. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi penyimpangan yang dapat terjadi jika masih menggunakan transaksi tunai antara petugas dan wajib pajak.

“Harapan kami tidak ada lagi setor tunai. Semua harus masuk langsung ke rekening resmi pemerintah daerah. Dengan begitu, semuanya transparan, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” kata.

Operasi jemput bola ini menyasar berbagai sektor usaha yang menjadi objek pajak daerah, seperti restoran, hotel, hingga tempat hiburan. Selain melakukan pengawasan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelaku usaha mengenai pentingnya kepatuhan pajak.

Bapenda menegaskan bahwa pajak yang dipungut dari konsumen sebenarnya merupakan kontribusi masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan fasilitas publik. Dengan sistem pengawasan yang lebih ketat dan transparan, Bapenda Kota Bengkulu optimistis tingkat kepatuhan wajib pajak akan semakin meningkat, langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya tertib pajak serta mengoptimalkan penerimaan PAD guna mendukung pembangunan di Kota Bengkulu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....