Angin Segar Keterlibatan Generasi Muda dalam Pelestarian Puspa Langka

  • 05 Mar 2026 07:40 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Kaur - Keajaiban alam kembali hadir dari kawasan Hutan Raje Mandare PLTMH 2 di Desa Bungin Tambun, Padang Guci, Kabupaten Kaur. Bunga langka Rafflesia arnoldi kembali mekar sempurna, memancarkan pesonanya di tengah lembapnya tanah dan rimbunnya pepohonan hutan.

Peristiwa mekar ini bukan hanya tentang bunga terbesar di dunia, tetapi juga tentang sosok-sosok muda yang menemukannya. Penemuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian generasi muda mampu menjaga warisan alam yang berharga.

Ketua Komunikasi Peduli Puspa Langka (KPPL), Sofian Raflessia, mengapresiasi peran aktif para pelajar Desa Bungin Tambun 2 dalam menjaga habitat bunga langka tersebut. Ia menyebut keterlibatan siswa SMP dan SMK seperti Eval, Dimas, Surah dan kawan-kawan sebagai contoh konkret pendidikan lingkungan yang tumbuh dari kesadaran sendiri.

Menurut Sofian Raflessia, kisah ini bermula pada 2024 ketika para pelajar rutin menyusuri hutan di sekitar desa mereka. Berbekal rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap alam, mereka melakukan ekspedisi kecil setiap minggu, bahkan setiap hari saat mendapat kabar bunga akan mekar.

Momen yang dinanti akhirnya tiba ketika bunga raksasa merah berbintik putih itu merekah di lantai hutan yang sunyi. Sejak 3 Maret 2026, bunga tersebut resmi mekar dengan kelopak terbuka sempurna di antara akar-akar tua dan tanah lembap.

Sofian menjelaskan bahwa di sekitar lokasi mekar juga terlihat sejumlah kuncup besar berwarna cokelat kemerahan yang tengah menanti waktunya. Calon-calon bunga itu menjadi harapan baru bagi kelestarian Rafflesia di kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemantauan rutin yang dilakukan para pelajar menjadi faktor penting dalam menjaga bunga tetap aman dari gangguan dan kerusakan. Tidak adanya perusakan di lokasi menunjukkan bahwa kesadaran kolektif masyarakat desa semakin tumbuh.

Lebih lanjut, Sofian Raflessia menyampaikan bahwa temuan ini bukan sekadar kebanggaan lokal, melainkan juga kebanggaan nasional. Ia berharap semangat generasi muda Desa Bungin Tambun 2 dapat menginspirasi daerah lain untuk ikut menjaga puspa langka Indonesia.

Menurutnya, dari satu bunga yang mekar tumbuh kesadaran baru tentang pentingnya konservasi. Ia optimis, selama generasi muda terus menjaga hutan dan tanah kelahiran mereka, setiap kuncup yang kini terdiam akan mekar dengan megah pada waktunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....