Komitmen Pemprov Bengkulu untuk Misi Kemanusiaan PMI

  • 03 Mar 2026 07:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-IX Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, dengan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dan relawan daerah.

Forum lima tahunan ini diselenggarakan sebagai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi PMI. Agenda utamanya meliputi evaluasi laporan pertanggungjawaban periode 2021–2026 serta penyusunan rencana strategis untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Sepanjang periode sebelumnya, PMI Provinsi Bengkulu telah berhasil mengoperasikan Unit Transfusi Darah pada tahun 2022. Selain itu, organisasi ini berperan aktif dalam penanggulangan bencana banjir November 2025 melalui distribusi logistik dan penyediaan air bersih.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dalam sambutannya menekankan bahwa pemerintah harus selalu hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. Dirinya mengingatkan bahwa posisi geografis Bengkulu yang rawan bencana memerlukan kesiapsiagaan yang matang dan langkah nyata.

“Setiap hari kita membaca dan menyaksikan berbagai persoalan di masyarakat, mulai dari persoalan rumah tangga hingga kebencanaan. Semua itu menjadi perhatian pemerintah untuk hadir memberikan solusi,” ujar Gubernur.

Meskipun saat ini sedang dilakukan efisiensi anggaran daerah, komitmen terhadap misi kemanusiaan ditegaskan tidak akan berkurang sedikit pun. Anggaran untuk PMI tetap dipertahankan karena organisasi ini dianggap sebagai mitra strategis pemerintah dalam melayani kepentingan publik.

“PMI adalah mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat. Meskipun kita melakukan efisiensi anggaran sekitar Rp400 miliar dari total APBD Rp2,7 triliun, komitmen terhadap kemanusiaan tidak boleh berkurang,” tutur Helmi.

Pemerintah Provinsi juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengadaan ambulans desa dan revitalisasi rumah sakit. Selain aspek medis, koordinasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat untuk mendukung sektor pertanian dan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih.

Sebagai penutup, Gubernur berharap Musprov ke-IX ini mampu menghasilkan konsolidasi organisasi yang solid demi pengabdian kepada bangsa. Ia mengajak seluruh pengurus dan relawan untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat luas.

“Saya berharap musyawarah ini benar-benar menjadi forum konsolidasi organisasi yang berfokus pada penguatan peran PMI dalam membantu masyarakat. PMI adalah wadah pengabdian bagi kita semua untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Gubernur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....