Bulog Pastikan Stok Beras Aman untuk Bantuangan Pangan

  • 28 Feb 2026 21:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengku Utara - Program bantuan pangan tahun 2026 masih dialokasikan untuk dua bulan, yaitu bulan Februari dan bulan Maret. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, serta menahan laju inflasi pangan saat Ramadan.

Di Kabupaten Bengkulu Utara, terjadi penambahan jumlah penerima bantuan pangan. Berdasarkan data terbaru jumlah keluarga penerima manfaat meningkat menjadi 37.637 penerima, sementara jumlah penerima di akhir tahun 2025 sebanyak 28.320 penerima.

Dengan bertambahnya sasaran penerima, kebutuhan komoditas pangan juga meningkat. Untuk alokasi dua bulan, dibutuhkan sebanyak 762.740 kilogram beras dan 150.548 kilogram minyak goreng.

Kepala Gudang Bulog Bengkulu Utara Vantho Yudistira mengatakan, saat ini ketersediaan beras di gudang mencapai 1.300 ton. Jumlah tersebut dinyatakan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan di wilayah Bengkulu Utara.

"Berdasarkan data terdapat penambahan jumlah penerima bantuan pangan di Bengkulu Utara. Kami pastikan dengan stok beras yang ada saat ini di gudang aman untuk penyaluran bantuan pangan," katanya, 28 Februari 2026.

Selain menyiapkan stok, Bulog juga saat ini sedang melakukan proses pengemasan beras. Proses pengemasan akan terus digenjot agar distribusi dapat segera dilaksanakan.

"Untuk beras saat ini masih dalam proses pengemasan. Kalau untuk stom beras yang ada di gudang mencapai 1.300 ton," ucapnya.

Sementara itu, untuk minyak goreng Bulog Bengkulu Utara masih menunggu pasokan dari Bulog Provinsi. Setelah pasokan tiba, penyaluran akan dilakukan secara serentak bersama distribusi beras kepada seluruh penerima manfaat.

Bulog menargetkan, seluruh proses penyaluran dapat terlaksana sebelum hari Raya Idul Fitri. Sehingga bantuan benar-benar memberi manfaat saat kebutuhan pangan meningkat.

"Kami berharap,bprogram bantuan pangan ini dapat menjadi penyangga kebutuhan masyarakat. Sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar selama Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....