Ekspor Perdana ke Singapura, Karantina Bengkulu Pastikan Kepiting Bakau Aman
- 27 Feb 2026 11:33 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan potensi sektor kelautan dan perikanan melalui ekspor perdana kepiting bakau (Scylla serrata) ke Singapura. Komoditas unggulan ini semakin diminati pasar luar negeri karena kualitasnya yang terjaga.
Dalam proses ekspor tersebut, Karantina Bengkulu bersama Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan fisik terhadap 67 ekor kepiting bakau dengan total berat 46,54 kilogram. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesesuaian jenis, jumlah, dan volume komoditas yang dikirim.
Karantina Bengkulu juga melakukan uji laboratorium terhadap sampel kepiting untuk memastikan bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPI/HPIK). Salah satu fokus pemeriksaan adalah White Spot Syndrome Virus (WSSV), virus berbahaya yang dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen dalam waktu 3–10 hari.
Kepala Karantina Bengkulu, drh. Betty Fajarwati, M.H., mengatakan keberhasilan ekspor ini merupakan hasil kolaborasi nelayan, pelaku usaha, dan instansi terkait. Pihaknya memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah melalui pemeriksaan administratif, fisik, serta pengujian laboratorium secara menyeluruh.
“Pengujian terhadap penyakit seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) menjadi prioritas untuk menjamin keamanan pangan. Agar kepiting yang diekspor benar-benar sehat dan aman,” ujarnya.
Ia menegaskan pengawasan ketat dilakukan tidak hanya untuk memenuhi persyaratan negara tujuan. Tetapi juga untuk menjaga keamanan pangan dan melindungi sumber daya perikanan nasional dari ancaman penyakit.
Pengawasan tersebut menjadi bentuk komitmen Karantina Bengkulu dalam menjaga mutu, keamanan hayati, serta reputasi produk perikanan daerah di pasar internasional. “Ke depan, kami juga mendukung pengembangan budidaya berkelanjutan agar ekspor dapat terus meningkat tanpa mengganggu kelestarian stok alam,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....