Marak Tawuran Pelajar, Disdikbud Bengkulu Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan

  • 23 Feb 2026 09:14 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Maraknya aksi tawuran yang melibatkan pelajar tingkat SD hingga SMP di Kota Bengkulu selama masa libur Ramadan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sejumlah insiden yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan anak-anak, tetapi juga mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan.

Terbaru, tawuran antarpelajar pecah di kawasan Jalan KZ Abidin II, insiden tersebut berlangsung ricuh dan berujung pada aksi perusakan hingga pembakaran satu unit sepeda motor milik salah satu kelompok. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu sempat panik karena aksi saling serang dilakukan secara terbuka di jalanan.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan pelajar yang sebelumnya juga terjadi dalam bentuk “perang sarung” yang berujung bentrokan fisik. Fenomena tersebut kerap muncul saat Ramadan, terutama pada malam hari ketika para pelajar memiliki lebih banyak waktu luang.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari selama libur Ramadan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar memastikan anak-anak tidak berkeliaran pada malam hari tanpa pengawasan. Libur Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif, bukan justru terlibat dalam aksi tawuran yang merugikan,” ujar Ilham.

Ia menambahkan, pembinaan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Kolaborasi antara orang tua, pihak sekolah, dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kenakalan remaja.

Selain itu, orang tua juga diajak untuk mengarahkan anak-anak mengikuti kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan. Seperti tadarus Al-Qur’an dan salat tarawih berjamaah di masjid maupun musala terdekat.

“Ajak anak mengikuti kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an dan salat tarawih setiap malam. Selain menambah pahala, kegiatan tersebut juga dapat membentuk karakter serta menjauhkan mereka dari perilaku negatif,” katanya.

Pemerintah berharap, momentum Ramadan dapat menjadi ajang pembinaan moral dan spiritual bagi para pelajar. Sehingga kasus tawuran dan kekerasan di kalangan anak-anak tidak kembali terulang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....