Ramadhan dan Idul Fitri 2026, BI Bengkulu Siapkan 2,08 Triliun
- 19 Feb 2026 08:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- Bank Indonesia (BI) Rabu, 18 Februari 2026 resmi meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode hari raya, BI menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun secara nasional—meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menyatakan bahwa program bertema "Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah" ini merupakan komitmen bank sentral untuk memastikan ketersediaan uang tunai yang cukup, berkualitas, dan mudah diakses. Poin Utama Distribusi Dana Rp177 Triliun Dialokasikan untuk kebutuhan perbankan (ATM dan kantor cabang) kemudian Rp8,6 Triliun dialokasikan khusus untuk layanan penukaran langsung kepada masyarakat.
Di tingkat regional, Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu menunjukkan kesiapan serupa. Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengumumkan penyediaan uang layak edar sebesar Rp2,08 triliun.
Angka ini diproyeksikan melebihi kebutuhan uang kartal di Bengkulu yang diperkirakan mencapai Rp1,84 triliun. Dengan kata lain, tingkat kecukupan kas di Bengkulu mencapai 113,4%, menjamin masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan uang tunai.
Untuk menghindari antrean panjang dan meningkatkan kenyamanan, BI mewajibkan masyarakat menggunakan aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) untuk memesan jadwal penukaran. Di Provinsi Bengkulu, layanan penukaran akan tersebar di beberapa titik strategis:
Kas Ritel Masjid & Pusat Keramaian: Mencakup Masjid Jamik, Masjid At-Taqwa, Masjid Baitul Izza, hingga Bencoolen Mall. Layanan "Peduli Mudik": Tersedia di Bandara Fatmawati dan Rest Area Tol KM 5A (Bengkulu - Taba Penanjung). Kas Terpadu: Berlokasi di Lapangan Merdeka, Kota Bengkulu.
Jaringan Perbankan sebanyak 30 loket kantor perbankan di seluruh wilayah Bengkulu juga siap melayani masyarakat.
Selain memastikan ketersediaan fisik uang, BI kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 5J dalam merawat uang (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi serta tetap waspada melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk mengenali keaslian uang.
"Kami mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi nontunai. Namun bagi yang memerlukan uang tunai, kami pastikan distribusinya merata dan efisien," tutup Ricky P. Gozali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....