Bengkulu Siap Terapkan Pertanian Modern, PM-AAS Sasar 8.214 Hektare Sawah

  • 30 Jul 2026 12:17 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Rapat Koordinasi Penerapan Budidaya Padi Model PM-AAS atau Padi Model Modern - Advanced Agriculture System Provinsi Bengkulu digelar di Balai Raya Semarak Bengkulu, Kamis 30 Juli 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, sebagai langkah memperkuat percepatan modernisasi pertanian daerah.

Rakor tersebut dilaksanakan oleh Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. PM-AAS merupakan paket teknologi budidaya padi modern yang mengintegrasikan mekanisasi, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, serta digitalisasi pertanian.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bengkulu, Shannora Yuliasari, menegaskan PM-AAS harus dikawal bersama agar target nasional dapat tercapai. Menurutnya, target 1 juta hektare bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi upaya memastikan petani dan daerah tidak tertinggal dalam penerapan teknologi pertanian modern.

“PM-AAS harus kita kawal bersama. Karena target 1 juta hektar bukan hanya angka, tapi tentang memastikan tidak ada petani dan tidak ada daerah yang tertinggal dalam modernisasi pertanian,” kata Shannora Yuliasari.

Dalam penerapan PM-AAS, program tersebut akan dilakukan pada lahan sawah eksisting, khususnya lahan sawah irigasi baik reguler, optimalisasi lahan (Oplah), maupun melalui dukungan CSR. Kementerian Pertanian memberikan dukungan berupa benih padi sebanyak 70 kilogram per hektare, silika, dolomit, herbisida, pestisida, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

Hingga saat ini, data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang telah terkumpul mencapai 3.927 hektare atau sekitar 48 persen dari target. Pemerintah berharap proses pendataan dan pelaksanaan di lapangan dapat terus dipercepat agar target penerapan PM-AAS di Bengkulu tercapai.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap target PM-AAS tahun 2026 seluas 8.214 hektare di sembilan kabupaten. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk turun langsung ke lapangan dan mengawal program tersebut secara optimal.

“Saya harap Kabupaten/Kota turun langsung ke lapangan, bukan hanya dibalik meja. Kita harus kawal kegiatan ini dengan optimal. Model ini dirancang untuk mendongkrak produksi padi secara signifikan bahkan berpotensi melipatgandakan hasil panen padi per hektar,” ujar Mian.

Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelaksanaan PM-AAS melalui optimalisasi lahan, penyaluran sarana produksi pertanian, perbaikan infrastruktur irigasi, serta penguatan hilirisasi pangan. Selain itu, Provinsi Bengkulu juga masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat berupa benih, jaringan irigasi, pupuk bersubsidi, alsintan, dan pengembangan hilirisasi pertanian.

Penanggung Jawab Swasembada Provinsi Bengkulu, Andi Muhammad Idil Fitri, S.E., M.M., mengatakan Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian melalui berbagai program Kementerian Pertanian. Program yang dikawal meliputi kegiatan reguler, optimalisasi lahan, cetak sawah, hingga perluasan luas tambah tanam.

“Di Bengkulu kami fokus pada program reguler, optimalisasi lahan, cetak sawah, hingga perluasan luas tambah tanam. Alhamdulillah, Bengkulu hampir tidak memiliki lahan rawan sehingga potensi optimalisasinya sangat besar. Kami berkomitmen mengawal setiap program Kementan agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan petani di Bumi Merah Putih,” kata Andi.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur terkait, mulai dari Penanggung Jawab Swasembada Pangan, Penanggung Jawab Brigade Pangan Inneke Kusumawaty, Kepala Dinas Pertanian se-Provinsi Bengkulu, koordinator dan penyuluh pertanian, Manajer Brigade Pangan, hingga jajaran BRMP Bengkulu.

Agenda rakor meliputi penandatanganan Pakta Integritas Pencapaian Target PM-AAS 1 juta hektare, pemaparan sinergitas dari Dinas TPHP, dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII, Pupuk Indonesia, BULOG, Pertamina SubDrive, serta bimbingan teknis pembuatan alat tanam PM-AAS oleh BRMP Bengkulu.

Melalui semangat kolaborasi dan kerja bersama, BRMP Bengkulu optimistis penerapan PM-AAS dapat dipercepat di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta membawa Bengkulu menuju lumbung pangan nasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....