Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Menurun

  • 14 Feb 2026 16:44 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 di Kabupaten Bengkulu Tengah dipastikan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan kebutuhan pupuk petani tetap menjadi prioritas utama menjelang musim tanam.

Pemerintah daerah menyebut penurunan alokasi tersebut tidak serta-merta mengganggu ketersediaan pupuk di lapangan. Kebutuhan petani masih dapat diantisipasi melalui mekanisme relokasi pupuk antar kabupaten apabila terjadi kekurangan.

Apabila pada musim tanam Maret dan Oktober terjadi lonjakan kebutuhan pupuk, pemerintah daerah juga membuka opsi pengajuan tambahan alokasi ke pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan agar aktivitas pertanian tetap berjalan optimal tanpa hambatan pasokan.

Sistem penyaluran pupuk bersubsidi tetap dilaksanakan secara tertutup melalui distributor resmi dan kios pupuk lengkap yang telah terdaftar. Penebusan pupuk hanya dapat dilakukan melalui jaringan resmi untuk memastikan pupuk diterima oleh petani yang berhak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Bengkulu Tengah Helmi Yuliandri menjelaskan, jenis pupuk bersubsidi yang disalurkan meliputi urea, dolomit, SP36, MOP, hingga herbisida. Bantuan ini diprioritaskan bagi petani kecil, khususnya komoditas sawit, agar beban biaya produksi dapat ditekan.

Helmi juga mengungkapkan bahwa serapan pupuk bersubsidi pada tahun sebelumnya tergolong masih rendah. Realisasi penyaluran urea berada di kisaran 60 hingga 70 persen, sedangkan NPK sekitar 75 persen.

Rendahnya serapan tersebut dipengaruhi oleh pergeseran musim tanam serta keterlambatan distribusi di beberapa wilayah. Pemerintah daerah terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar penyaluran pupuk bersubsidi ke depan dapat lebih tepat sasaran dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....