BPOM Bengkulu Lakukan Pengecekan Dapur SPPG

  • 10 Feb 2026 13:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Bengkulu melakukan pengecekan kualitas dan keamanan pangan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kerja Kelurahan Kebun Tebeng Kota Bengkulu, Selasa 10 Februari 2026. Pengecekan ini dalam memastikan keamanan pangan, mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Balai POM Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt., menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan dan pengecekan awal ulang, bukan inspeksi mendadak. Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh proses penyiapan makanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi ke sasaran penerima.

“Pengecekan dapur SPPG ini adalah dukungan kami terhadap program pemerintah. Kami memastikan proses penyiapan makanan, dari awal pengadaan bahan hingga makanan diserahkan kepada anak sekolah maupun sasaran lain seperti ibu hamil, benar-benar sesuai SOP,” ujar Kodon.

Ia mengungkapkan, tim Balai POM bahkan turun langsung sejak dini hari untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan di gudang, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah atau lokasi penyaluran.

“Hari ini kami turun sejak subuh, sekitar pukul 01.00 WIB. Semua tahapan kami cek. Hingga saat ini, tidak ditemukan uji petik yang bermasalah pada SPPG yang diperiksa,” jelasnya.

Meski demikian, Kodon mengakui masih ditemukan beberapa catatan perbaikan, terutama terkait fasilitas penunjang. Salah satunya adalah kebersihan area penerimaan bahan baku di gudang yang perlu ditingkatkan agar lebih mendukung keamanan produk pangan.

“Secara umum produk sudah mengikuti SOP. Namun memang masih ada beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki. Ini penting agar kejadian yang tidak diharapkan, seperti yang pernah terjadi sebelumnya di Kabupaten Lebong, tidak terulang,” tegasnya.

Menurut Kodon, pengecekan ini dilakukan secara terbuka dengan melibatkan seluruh unsur di SPPG, mulai dari kepala dapur, tenaga gizi, akuntan, hingga pihak rekanan, baik berbentuk koperasi maupun perorangan. Dengan demikian, masukan yang diberikan dapat ditindaklanjuti secara komprehensif.

Ke depan, Balai POM Bengkulu menargetkan seluruh dapur SPPG dapat dilakukan pembinaan dan pengecekan. Namun, mengingat jumlah dapur SPPG di Kota Bengkulu saja telah mencapai sekitar 30 unit, proses tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Target kami seluruh dapur SPPG. Saat ini baru dua yang kami telusuri. Tujuan utamanya agar tim di SPPG merasa diperhatikan sekaligus diingatkan kembali pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan pangan,” pungkas Kodon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....