Sampah di Drainase Tanah Patah Mengkhawatirkan

  • 09 Feb 2026 18:46 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kondisi drainase di RT 20 RW 04 Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, kembali menjadi sorotan akibat tumpukan sampah yang memenuhi aliran air. Saat air pasang, sampah kiriman dari hulu dan hilir terbawa arus dan menumpuk di sekitar jembatan.

Tumpukan sampah tersebut membuat aliran sungai tersendat dan menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada lingkungan serta kesehatan warga sekitar.

Sebelumnya, pemerintah pernah melakukan pengerukan sungai menggunakan alat berat untuk menormalisasi aliran air. Upaya tersebut sempat mengurangi sedimentasi, namun belum mampu mengatasi persoalan sampah secara menyeluruh.

Belakangan diketahui adanya pemasangan penahan di bawah jembatan oleh pihak hotel setempat. Penahan tersebut menyebabkan sampah tertahan sehingga terus menumpuk di satu titik.

Akibat beban sampah yang semakin berat, konstruksi jembatan mengalami kerusakan hingga sempat jebol dan ambruk. Kondisi ini membuat akses warga terganggu dan berpotensi membahayakan pengguna jembatan.

Warga kemudian bergotong royong memperbaiki jembatan agar kembali bisa digunakan. Ketua RT 20, Liman, menegaskan bahwa sampah yang menumpuk bukan berasal dari warga sekitar karena sudah tersedia truk pengangkut sampah secara rutin.

Warga menyebut pencemaran sungai telah berlangsung sejak lama dan semakin parah saat debit air meningkat. Mereka berharap adanya kesadaran masyarakat dari hulu hingga hilir untuk tidak membuang sampah ke sungai agar lingkungan dan fasilitas umum tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....