Petani Bengkulu Naik Kelas Lewat Kopi Merah Putih

  • 07 Feb 2026 16:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa Program Kopi Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong petani kopi naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat peluncuran penanaman Kopi Merah Putih di Desa Mangku Rajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menurut Gubernur, pemerintah tidak ingin petani hanya menjadi penjual bahan mentah, tetapi harus mampu memperoleh nilai tambah dari hasil perkebunan yang dikelola. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen melakukan pendampingan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Merah Putih.

“Petani kita harus naik kelas, dari petani berdaki menjadi petani berdasi. Pemerintah hadir untuk memastikan pendampingan dilakukan secara tuntas dan petani mendapatkan harga terbaik,” tegas Helmi Hasan.

Program Kopi Merah Putih pada tahap awal dilaksanakan di lahan seluas 20 hektare sebagai hasil kerja satu tahun yang melibatkan berbagai pihak. Inisiatif ini berangkat dari aspirasi petani kopi di Provinsi Bengkulu yang selama ini menghadapi persoalan ketidakstabilan harga kopi meskipun produksi mereka relatif baik.

"Keberhasilan program ini membutuhkan kesungguhan para petani dalam mengelola kebun kopi. Pemerintah, akan terus mendampingi petani mulai dari proses penanaman, pengolahan, hingga pemasaran hasil produksi," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Eggy Mahardika mendorong petani untuk menerapkan teknik pertanian modern agar mampu meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen. Ia menilai bahwa pemanfaatan teknologi dan metode budidaya yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing kopi rakyat di pasar yang lebih luas.

Ketua Kelompok Tani Argo Mulya, Slamet, menyampaikan kebutuhan petani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang kegiatan produksi mereka. “Kami berharap tidak hanya dibantu melalui program ini, tetapi juga dibimbing dan didampingi sampai benar-benar menghasilkan,” ujarnya.

Program Kopi Merah Putih bertujuan meningkatkan nilai tambah karena selama ini sebagian besar petani di Kabupaten Lebong masih menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Melalui pengolahan yang lebih profesional, Kopi Merah Putih diharapkan menjadi produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. (MC)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....