Dosen UINFAS Bengkulu Raih Doktor Cum Laude

  • 05 Feb 2026 19:09 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Dosen Tadris IPA UIN Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Naintyn Novitasari, meraih gelar Doktor dengan predikat cum laude pada Program Studi Doktor Pendidikan Konsentrasi Pendidikan IPA FKIP Universitas Bengkulu. Gelar tersebut diraih melalui riset penguatan assessment for science berbasis Taksonomi SOLO untuk mengukur kedalaman berpikir peserta didik.

Dalam risetnya, Naintyn mengembangkan asesmen yang tidak sekadar menilai benar atau salah jawaban, melainkan kualitas struktur berpikir mahasiswa dan siswa. Taksonomi SOLO digunakan untuk memetakan kemampuan berpikir dari level dangkal hingga mampu mengaitkan konsep secara kompleks dan abstrak.

Kajian ini dinilai relevan dengan tuntutan pendidikan sains abad ke-21 yang menekankan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan penalaran ilmiah. Melalui SOLO, dosen dan guru dapat mengidentifikasi secara lebih akurat apakah peserta didik hanya mengingat fakta atau sudah mencapai pemahaman konseptual yang mendalam.

Riset tersebut juga sejalan dengan penguatan Outcome-Based Education (OBE) yang berfokus pada capaian pembelajaran terukur. Model asesmen berbasis struktur jawaban membantu memastikan capaian seperti critical thinking dan problem solving benar-benar tercermin dalam performa peserta didik.

Selain itu, riset Naintyn membuka peluang integrasi dengan pendekatan deep learning dalam pembelajaran. Pendekatan ini mendorong pemahaman konseptual yang bermakna sekaligus berpotensi memanfaatkan teknologi untuk menganalisis pola jawaban peserta didik secara lebih sistematis.

Sidang promosi doktor yang digelar pada 5 Februari 2026 melibatkan dewan penguji dari kalangan akademisi pendidikan. Dewan penguji diketuai Prof. Dr. Sudarwan Danim, M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Endang Widi Winarni, M.Pd., Dr. Fitri April Yanti, M.Pd., Dr. Nurul Astuti Yensi, M.Si., dan Prof. Dr. Leny Heliawati, M.Si.

Dengan capaian ini, Naintyn diharapkan dapat memperkuat inovasi asesmen pada pendidikan calon guru IPA, khususnya dalam merancang penilaian yang adil dan diagnostik. Asesmen berbasis SOLO dinilai mampu mendorong pembelajaran yang lebih bermakna karena membaca kedalaman penalaran peserta didik, bukan sekadar hasil akhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....