Dukung Program Presiden RI, Korem Bengkulu Bangun Jembatan

  • 31 Jan 2026 14:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu- Guna mendukung program pemerintah pusat terhadap sarana dan prasarana infrastruktur, Korem 041 Gamas Bengkulu menargetkan membangun puluhan jembatan di Provinsi Bengkulu. Agenda itu sebagai bagian dari program dukungan pembangunan infrastruktur untuk akses vital masyarakat.

"Kalau kaitan jembatan, jembatan ini dari pimpinan kami itu (ditugaskan) untuk Januari dan Februari masing-masing 10 jembatan. Maret sampai dengan Desember 15 per bulan," kata Danrem Gamas Bengkulu Brigjen TNI Jatmiko Aryanto di Bengkulu, Jumat 30 Januari 2026.

Menurut dia pembangunan 20 jembatan pada Januari dan Februari dilaksanakan secara bertahap pada awal tahun. Program itu merupakan bagian dari penugasan langsung pimpinan TNI AD kepada satuan kewilayahan terutama bagi masyarakat di wilayah 3T.

Danrem menegaskan pembangunan jembatan tidak dipusatkan di satu wilayah tertentu, melainkan disebar di berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

"Kemarin kami sudah laporkan ke Pak Wagub. Kalau bisa jangan ngumpul di titik tertentu, tapi ada nyebar juga," kata dia.

Brigjen TNI Jatmiko mengatakan potensi pembangunan jembatan di wilayah kelurahan atau perkotaan relatif kecil kemungkinannya, namun tetap diupayakan jika memang dibutuhkan. Pembangunan memang diprioritaskan bagi daerah yang belum memiliki akses jembatan, bahkan masyarakat dan anak sekolah setempat terpaksa menyeberangi sungai akibat tidak adanya infrastruktur jembatan penghubung wilayah.

"Kalau kita berani keluar ke wilayah (melihat kondisi saudara di pelosok), ke pinggir-pinggir, ke kampung-kampung, itu masih ada. Dan masih banyak yang menyeberang sungai karena tidak ada jembatan)," kata dia.

Menurut dia jembatan sangat dibutuhkan untuk menghubungkan antardesa, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang hendak beraktivitas seperti berdagang, karena selama ini mereka kerap kesulitan menyeberang sungai. Tanpa jembatan yang layak, warga terpaksa masuk ke sungai atau menggunakan jembatan darurat yang kondisinya sangat tidak aman.

"Adik-adik kita ini sudah generasi sekarang, tapi masih ada yang mau sekolah saja harus lepas sepatu, bahkan lepas baju terus berenang (menyeberangi sungai)," katanya. Dia mengatakan situasi seperti itu yang menjadi dasar pemikiran Presiden Prabowo Subianto dan TNI untuk mewujudkan pembangunan lebih kurang 7.000 jembatan di seluruh Indonesia pada 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....