Pemda Kepahiang Ikuti Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia

  • 28 Jan 2026 13:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Bupati Kepahiang yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Pembangunan, Musi Dayan, mengikuti zoom meeting peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) Tahun 2025 yang digelar Bank Indonesia (BI) dari Aula Command Center Pemerintah Daerah Kepahiang, Rabu (28/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan kinerja yang baik dan memiliki ketahanan kuat di tengah meningkatnya gejolak ekonomi dan geopolitik global. 

Menurut Perry, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kinerja ekonomi terbaik di kelompok Emerging Market Economies (EMEs), ditopang oleh pertumbuhan yang relatif tinggi serta stabilitas ekonomi yang terjaga. Inflasi tercatat tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen, nilai tukar rupiah terkendali, dan stabilitas sistem keuangan terjaga dengan permodalan perbankan yang kuat serta tingkat kredit bermasalah yang rendah. 

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran terus meningkat dan berperan penting dalam menopang ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional, sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi selama 2025. Perry menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif nasional melalui sinergi kebijakan antara Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, serta otoritas terkait. Selama 2025, BI memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas, sejalan dengan program Asta Cita pemerintah.

Kebijakan tersebut antara lain penurunan suku bunga acuan BI-Rate sebanyak lima kali dengan total penurunan 125 basis poin menjadi 4,75 persen pada Desember 2025, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, ekspansi likuiditas moneter, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, serta pemberian insentif likuiditas makroprudensial kepada perbankan untuk mendorong pembiayaan sektor prioritas.

Lebih lanjut, Perry menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia memberikan tiga pelajaran penting, yakni pentingnya kebijakan makroekonomi yang konsisten dan berhati-hati, penguatan sinergi antara BI, pemerintah, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), serta kepemimpinan yang profesional dengan kompetensi tinggi dan berlandaskan nilai moral.

BI juga terus mengakselerasi sistem pembayaran digital guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Meski optimistis terhadap prospek ekonomi ke depan, Gubernur BI mengingatkan agar tetap waspada terhadap dinamika dan ketidakpastian global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.

“Kedepan, kita harus tetap optimis. Namun, juga tetap waspada dan berhati-hati di tengah gejolak global yang masih berlanjut,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....