Sebelum Disuntik VAR, Hewan Terduga Rabies Diobsevasi Dahulu
- 27 Jan 2026 22:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bintuhan - Vaksin anti rabies atau VAR adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi virus rabies. Dimana vaksin anti rabies ini diperuntukan pada orang yang diduga terpapar rabies.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Sapuan Ilyas menegaskan untuk pemberian vaksin rabies pada korban gigitan hewan penular rabies tidak boleh dilakukan sembarangan dan terburu-buru. Karena jika korban gititan atau hewan penular rabies (HPR) tidak terbukti positif rabies namun diberikan vaksin anti rabies justru akan membahayakan penerimanya.
"VAR adalah vaksin untuk mencegah seseorang terinfeksi virus rabies. Tapi pemberiannya tidak boleh sembarangan harus sesuai SOP," katanya.
| Baca juga: Kasus GHPR di Lebong Sudah Capai 93 Kasus |
Selain melakukan tindakan medis seperti membersihkan luka bekas gigitan serta pemberian antiseptik pada luka gigitan pada korban gigitan hewan penular rabies. Pihak Puskesmas disarankan untuk melakukan obsevasi terlebih dahulu pada hewan.
Hewan yang menggigit dapat diobservasi selama 14 hari, jika selama observari hewan tersebut tidak menunjukan gejala-gejala rabies korban tidak perlu disuntik VAR. Namun jika hewan tersebut mati selama proses observasi maka korban perlu dilakukan penyuntikan VAR.
"Bukan berarti jika kita terkena gigitan anjing atau kuncing langsung minta disuntik VAR, tidak seperti itu. Tapi hewannya kita observasi dulu, kalau sudah ada gejala pasti baru kita suntikan VAR," ujar Sapuan Ilyas.
Sementara itu Drh. Getri Grecilia menjelaskan Rabies adalah penyakit infeksi Lyssaviruses yang menyerang otak dan sistem saraf. Penularan penyakit rabies pada manusia terjadi bila air liur anjing terinfeksi rabies masuk ketubuh melalui gigitan atau jilatan anjing atau kucing pada luka yang ada pada tubuh.
Waktu virus rabies berkembang biak dan menimbulkan gejala bervariasi, umumnya 2-12 minggu. Gejala yang timbul seperti, demam tinggi hingga 40 derajat, rasa gatal di bagian yang terinfeksi, perubahan perilaku menjadi agresif, sakit kepala, gelisah dan sulit tidur, mata memerah, mual muntah, silau takut matahari dan takut terhadap air.
"Karena rabies ini bisa menular kepada manusia jika terkena gigitannya. Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada, dengan mengandankan hewan peliharaannya seperti kucing, anjing atau kera," ujar Getri
Jika ada keluaraga atau tetangga yang terkena gigitan hewan penular rabies, masyarakat tidak perlu khawatir. Langkah pertama yang dapat dilakukan bila tergigit hewan penular rabies yakni mencuci luka gigitan dengan sabun dan bilas dengan air bersih mengalir selama 10 hingga 15 menit.
Bersihkan luka dengan antiseptik atau alkohol, jangan tutupi luka dengan verban, biarkan luka terbuka dengan jaga kebersihan luka. Setelah itu barulah pergi ke pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis selanjutnya dan melapor pada pusat kesetahan hewan agar hewan yang mengigit dapat dilakukan observasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....