Menyongsong Indonesia Emas 2045, Dewi Coryati : Persiapkan Ini
- 26 Sep 2024 16:13 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 tentu perlu dipersiapkan sejak dini. Mulai dari kurikulum pendidikan hingga penguatan budaya daerah.
Hal itu mengemuka dari Workshop Pendidikan bertemakan “Peran Pendidikan dalam Menyiapkan SDM Unggul Indonesia Emas 2045”, yang diselenggarakan Kemendikbudristek RI berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI, bertempat di salah satu hotel di Bengkulu pada Kamis, (26/9/2024).
Dengan dihadiri ratusan guru mulai dari tingkat PAUD hingga guru SD, SMP dan SMA sederajat ini, Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati seusai membuka Workshop Pendidikan tersebut mengatakan, beberapa hal yang perlu dipersiapkan pemerintah maupun pemerintah daerah melalui dinas teknis dalam menghadapi Indonesia Emas pada tahun 2045, adalah pertama, penyesuaian kurikulum.
Kedua memberikan akses seluas-luaskan kepada anak didik selaku generasi penerus bangsa dalam mendapatkan magang. Dimana kegiatan magang tersebut sebagai bentuk implementasi ilmu yang diperolehnya melalui jenjang pendidikan.
“Dalam kegiatan magang itu, anak didik atau pelajar agar diberikan fasilitas yang mumpuni. Termasuk keseriusan dari lembaga penerima tempat magang agar memberikan praktek ilmu kerjanya ke generasi penerus,” ujarnya.

Dewi menyampaikan, hal lain yang perlu dilakukan penguatan iman dan taqwa. Dimana jika setiap generasi penerusa dibekali iman dan taqwa maka jiwanya akan memiliki akhlak mulia.
“Jika seorang pelajar hanya pintar saja, tanpa berakhlak dikhawatirkan akan ada masalah besar lainnya terjadi. Seperti budi pekerti yang tidak terkontrol, makanya pembelajaran iman dan taqwa perlu dibekali sejak dini,” saran politisi perempuan PAN ini.
Lebih lanjut legislator dari Provinsi Bengkulu ini mengemukakan, langkah berikutnya dilakukan penguatan budaya daerah. Maksudnya dilakukan pemurnian budaya yang sesungguhnya. Mengingat karena perkembangan zaman di era sekarang ini secara tidak langsung sudah mulai terkikis dan mungkin saja hilang.
“Dengan langkah penguatan ini, bisa dikuatkan kembali. Modifikasi boleh-boleh saja tapi vakemnya jangan sampai dihilangkan. Seperti baju adat, makanya bagi tenaga guru yang hadir saat ini bisa menyampaikan pesan-pesan ini ke yang lain, sehingga nantinya harapan kita bangsa ini benar-benar siap menghadapi keemasannya, terkhusus di Bengkulu,” demikian tutup Dewi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....