Dewi Coryati Ingatkan Pentingnya Kejujuran Data Sensus Ekonomi untuk Penentu Keb
- 03 Agt 2026 12:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi X DPR RI di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si.,sekaligus membuka kegiatan. Lalu Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati, serta peserta dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.
Anggota Komisi X DPR RI Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si. menegaskan, FGD tersebut merupakan bentuk kolaborasi DPR RI dengan BPS untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sukses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memberikan data yang benar.
Ia mengakui masih banyak masyarakat yang mempertanyakan rincian pertanyaan dalam sensus, bahkan khawatir data yang diberikan akan berkaitan dengan kewajiban perpajakan.
"Perlu kami tegaskan bahwa data sensus tidak digunakan untuk menentukan besaran pajak. Data tersebut murni menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional agar lebih tepat sasaran," jelas Dewi.

Menurut politisi perempuan PAN ini, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dan DPR dalam menyusun program pembangunan, bantuan bagi pelaku usaha, peningkatan literasi digital, hingga penyaluran beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang sangat bergantung pada validitas data sosial ekonomi masyarakat.
Selain itu, sensus juga akan memetakan potensi ekonomi setiap daerah sehingga pemerintah dapat mengetahui titik-titik pertumbuhan baru yang membutuhkan intervensi untuk mempercepat pembangunan ekonomi lokal.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini berharap para petugas sensus menjalankan tugas secara profesional dan humanis, sementara masyarakat, pelaku usaha, serta mahasiswa dapat berpartisipasi dengan memberikan informasi yang jujur dan akurat.
"Data yang benar akan menghasilkan kebijakan dan program pemerintah yang tepat sasaran. Karena itu, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 menjadi tanggung jawab bersama," tuturnya.
Senada Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian nasional, karakteristik pelaku usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi berbasis lingkungan, termasuk di Provinsi Bengkulu.
Dikatakan, data yang dihasilkan dari sensus tidak sekadar berupa angka statistik, melainkan potret nyata aktivitas dunia usaha yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan ekonomi, hingga pengambilan keputusan pemerintah agar lebih tepat sasaran.
"Keberhasilan sensus bukan hanya diukur dari selesainya pendataan tepat waktu, tetapi juga dari kualitas data yang dihasilkan. Data yang kurang akurat justru berpotensi melahirkan kebijakan yang keliru," ujar Win Rizal.

Ia menjelaskan, BPS Provinsi Bengkulu telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari melalui sosialisasi, edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, koordinasi dengan pemerintah daerah, hingga penguatan pengawasan di lapangan.
Untuk menjaga kualitas data, BPS juga memanfaatkan dashboard monitoring yang mampu mendeteksi anomali data secara berkala. Selain itu, BPS Bengkulu mengembangkan inovasi Jaringan Aplikasi Pengawalan dan Pengendalian Data Sensus Ekonomi 2026 (JAGA DATA) yang digunakan seluruh pengawas lapangan di Provinsi Bengkulu guna memastikan setiap tahapan pendataan berjalan sesuai prosedur.
Lebih lanjut Win Rizal menambahkan, target penyelesaian pendataan di Bengkulu dipercepat menjadi 17 Agustus 2026, lebih awal dari tenggat sebelumnya pada 31 Agustus. Hingga awal Agustus, progres pendataan di Bengkulu telah mencapai sekitar 88 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.
"Kami optimistis target itu tercapai. Namun kecepatan harus tetap diimbangi dengan kualitas data sehingga hasil sensus benar-benar dapat dipercaya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....