Masjid Jamik Jadi Lokasi Wisata Religi
- 01 Mar 2026 05:52 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Masjid Jamik Bengkulu merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah di Kota Bengkulu yang telah berdiri sejak abad ke-18. Masjid ini semakin dikenal luas oleh masyarakat setelah direnovasi oleh Soekarno saat menjalani masa pengasingan di Bengkulu.
Kisah sejarah tersebut menjadikan masjid jamik bukan sekadar tempat beribadah, tetapi juga simbol perjuangan dan persatuan umat Islam di Bengkulu. Nilai sejarah yang melekat kuat membuat masjid ini menjadi ikon religi yang memiliki daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Salah seorang pengurus masjid jamik, Qodri, mengatakan bahwa masjid peninggalan Bung Karno ini telah banyak mengukir sejarah dan menjadi salah satu cagar budaya nasional. Menurutnya, masjid tersebut bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim di Kota Bengkulu, tetapi juga menjadi saksi perjalanan perjuangan bangsa, khususnya saat Bung Karno diasingkan di Bengkulu.
“Masjid Jamik ini sudah berdiri sejak abad ke-18, dulu namanya bukan masjid jamik, tetapi Surau Lamo. Ketika awal berdiri bentuknya kecil, berbeda dengan sekarang yang sudah direnovasi. Saat Bung Karno diasingkan di Bengkulu pada tahun 1938, masjid ini menjadi tempat para jamaah melaksanakan ibadah,” ujarnya, 1 Maret 2026.
Selain sebagai pusat ibadah, masjid jamik sekarang juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi di Bengkulu. Salah satu masyarakat Bengkulu, Gibran mengatakan bahwa, banyak masyarakat maupun wisatawan yang datang untuk melihat langsung bangunan bersejarah tersebut sekaligus mengenang jejak perjuangan bangsa.
“Selain untuk beribadah, saya juga sering datang ke Masjid Jamik karena tempat ini punya nilai sejarah yang tinggi dan cocok dijadikan wisata religi. Jadi tidak hanya untuk sholat, tapi juga bisa belajar sejarah tentang Bengkulu,” katanya.
Memasuki bulan suci Ramadan, masjid jamik kembali menjadi pusat aktivitas ibadah umat Islam di Kota Bengkulu. Jumlah jamaah salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga itikaf malam hari terlihat meningkat dibanding hari biasa.
Ramadan pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah.
Tetapi juga menghidupkan kembali semangat memakmurkan masjid bersejarah yang kini sekaligus menjadi ikon wisata religi kebanggaan Bengkulu. Reyhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....