Mengapa Puasa Bikin Mudah Mengantuk

  • 23 Feb 2026 09:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Rasa kantuk saat berpuasa sering terasa lebih berat dari hari biasa. Bangun sahur membuat waktu tidur terpotong dan siang hari terasa lebih panjang. Kondisi ini bukan sekadar sugesti, tetapi ada proses tubuh yang sedang menyesuaikan diri.

Perubahan jam tidur memengaruhi ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. National Sleep Foundation menjelaskan bahwa gangguan ritme ini dapat meningkatkan rasa kantuk di siang hari. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola baru.

Selama berpuasa, kadar gula darah juga mengalami perubahan. Harvard Medical School menyebutkan bahwa penurunan gula darah dapat memengaruhi konsentrasi dan memicu rasa lelah. Itulah sebabnya fokus terasa menurun menjelang siang atau sore.

Asupan cairan yang terbatas pada malam hari turut berpengaruh. British Nutrition Foundation mencatat bahwa dehidrasi ringan saja sudah dapat menurunkan kewaspadaan dan performa kognitif. Kepala terasa berat dan mata sulit terbuka sering menjadi tandanya.

Meski begitu, rasa kantuk ini biasanya tidak berlangsung terus-menerus. Sejumlah studi tentang puasa intermiten menunjukkan tubuh mampu beradaptasi dalam beberapa hari pertama. Setelah fase awal terlewati, energi cenderung lebih stabil.

Menjaga kualitas tidur menjadi langkah penting agar tubuh lebih siap. Tidur lebih awal dan menghindari begadang membantu ritme biologis tetap seimbang. Pilihan sahur dengan karbohidrat kompleks dan protein juga mendukung energi bertahan lebih lama.

Memahami penyebab kantuk saat puasa membuat situasi terasa lebih masuk akal. Tubuh hanya sedang menyesuaikan ritme, bukan kehilangan kemampuan. Dengan pola yang lebih teratur, puasa tetap bisa dijalani dengan fokus yang terjaga.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....