Pengalaman Pertama Puasa di Negara Jerman
- 22 Feb 2026 08:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Salah Satu tenaga kerja Indonesia asal Bengkulu, Asnody Restiawan, membagikan pengalaman suka duka menjalani ibadah puasa di Jerman. Ia mengungkapkan tahun 2026 menjadi momen pertamanya merasakan suasana Ramadhan jauh dari tanah air.
Perbedaan budaya dan lingkungan terasa sangat mencolok, terlebih karena selama ini ia terbiasa berpuasa bersama keluarga serta kerabat di Indonesia.
Menurut Asnody, salah satu perbedaan paling terasa adalah suasana berbuka puasa. Di Jerman, hampir tidak ada penjual makanan khas Ramadhan atau pedagang takjil musiman seperti yang biasa ditemui di alun-alun kota atau pusat keramaian di Indonesia.
Aktivitas perdagangan makanan berlangsung normal tanpa nuansa khusus bulan suci, sehingga ia harus menyiapkan sendiri menu berbuka setiap hari. Ia juga menuturkan tantangan saat sahur. Jika di kampung halaman suara pengeras masjid atau warga yang membangunkan sahur menjadi hal lumrah, di Jerman ia harus sepenuhnya mandiri mengatur alarm agar tidak terlewat waktu makan sebelum fajar.
Bahkan, keberadaan masjid di sekitar tempat tinggalnya tergolong jarang, sehingga suasana religius tidak begitu terasa seperti di daerah mayoritas Muslim.
Asnody menambahkan, tradisi buka puasa bersama pun jarang dilakukan.
Kebersamaan yang biasanya terasa hangat di Bengkulu kini hanya sesekali ia rasakan saat berkumpul dengan rekan kerja sesama warga Indonesia. Meski demikian, ia tetap berusaha menikmati pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup dan pembelajaran menjalani Ramadhan di negeri orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....