Jelang Ramadhan, Ini Beberapa Tradisi yang Masih Dilakukan

  • 23 Feb 2025 14:25 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Bulan suci Ramadan akan datang dalam beberapa hari kedepan. Umat Islam di Indonesia sangat menyambut antusias dalam menyambut bulan Ramadhan dengan tradisi yang unik di masing-masing daerah.

Tradisi menyambut Ramadan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap tradisi tentu memiliki makna yang beragam, seperti, berdoa, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi.

Dalam laman kemenparekraf.go.id, disebutkan ada beberapa tradisi menyambut Ramadan yang masih dilakukan oleh masyarakat di Indonesia:

1. Nyorog (Jakarta)

Masyarakat Betawi memiliki tradisi Nyorog, yaitu memberikan bingkisan makanan kepada keluarga yang lebih tua atau tokoh masyarakat. Tradisi ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan mempererat silaturahmi.

2. Cucurak (Jawa Barat)

Tradisi Cucurak dilakukan masyarakat Sunda dengan berkumpul dan makan bersama menggunakan alas daun pisang. Selain menikmati hidangan khas, tradisi ini menjadi momen silaturahmi serta ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diterima.

3. Padusan (Yogyakarta)

Masyarakat Yogyakarta menyambut Ramadan dengan Padusan, yaitu mandi sebagai simbol penyucian diri. Tradisi ini bertujuan membersihkan jiwa dan raga agar siap menjalankan ibadah puasa dengan hati yang suci.

4. Marpangir (Sumatra Utara)

Tradisi Marpangir dilakukan dengan mandi menggunakan rempah-rempah dan dedaunan wangi, seperti pandan dan bunga kenanga. Ritual ini melambangkan pembersihan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

5. Malamang (Sumatra Barat)

Malamang adalah tradisi membuat lemang, makanan khas dari ketan yang dimasak dalam bambu. Selain melestarikan budaya kuliner, tradisi ini juga mempererat kebersamaan antar anggota keluarga dan masyarakat.

6. Meugang (Aceh)

Di Aceh, tradisi Meugang dilakukan dengan memasak dan menyantap daging bersama keluarga sebelum Ramadan tiba. Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad ke-14 dan juga dilakukan saat Idulfitri serta Iduladha.

7. Mattunu Solong (Sulawesi Barat)

Masyarakat Polewali Mandar menyalakan pelita dari buah kemiri sebagai bagian dari tradisi Mattunu Solong. Cahaya pelita ini melambangkan harapan akan keberkahan, kesehatan, dan umur panjang dalam menjalani ibadah Ramadan.

8. Megibung (Bali)

Muslim di Karangasem, Bali menyambut Ramadan dengan tradisi Megibung, yaitu makan bersama dalam satu wadah besar. Selain sebagai bentuk kebersamaan, tradisi ini juga mencerminkan nilai persaudaraan yang erat.

Sementara di Provinsi Bengkulu, ada sebuah tradisi yang masih dilaksanakan oleh warga di Kabupaten Mukomuko, tradisi ini bernama Balimau. Tradisi Balima dilakukan di sejumlah sungai yang ada di Mukomiko, antara lain Sungai Manjuto, Sungai Selagan, dan sungai di Desa Tunggang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....