15 Kuliner Indonesia yang Memiliki Sebutan Nyeleneh
- 30 Nov 2024 10:56 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Indonesia dengan keanekaragaman budaya juga memiliki banyak kekhasan kuliner yang memiliki sebutan oleh masyarakat di daerah asalnya.
Makanan-makanan tersebut acapkali mengundang tawa dan rasa aneh bagi orang yang baru pertama kali mendengarnya, bahkan terkesan nyeleneh dengan sebutannya.
Berikut nama-nama kuliner Indonesia yang memiliki sebutan nyeleneh tersebut:
1. Kerupuk Melarat
Terbuat dari tepung tapioka, kerupuk melarat yang memiliki aneka warna putih, kuning, dan merah muda telah menjadi bagian dalam keseharian masyarakat Cirebon, Jawa Barat.
Dinamakan kerupuk melarat karena kerupuk ini tidak digoreng menggunakan minyak, melainkan menggunakan pasir panas yang sudah dibersihkan terlebih dahulu. Pasir dijadikan alternatif untuk memasak kerupuk ini karena harga minyak tergolong sangat mahal. Di sisi lain, ini menjadikan kerupuk melarat bebas minyak dan lebih sehat daripada kerupuk biasa.
2. Nasi Kentut
Kentut umumnya identik dengan gas buangan berbau busuk.
Di Medan, Sumatera Utara, terdapat sebuah hidangan khas bernama nasi kentut yang juga memiliki aroma menyengat seperti kentut. Menu makanan khas Medan ini hampir mirip dengan nasi kucing. Tetapi, nasi ini tidak dibungkus dengan daun pisang, melainkan dengan daun kentut atau daun sembukan (Paederia foetida).
Menariknya, aroma yang berasal dari daun kentut justru memberikan aroma yang khas. Nasi kentut biasa dinikmati dengan berbagai macam lauk pauk, tumis sayuran, dan sambal.
Merujuk artikel ilmiah dari Akademi Farmasi Surabaya (2019), daun kentut ternyata mempunyai manfaat bagi kesehatan manusia, di antaranya sebagai obat diare, obat batuk, obat luka luar, peluruh kentut, peluruh kencing, antijamur, dan antibiotik.
3. Es Laksamana Mengamuk
Es laksamana mengamuk adalah nama minuman khas dari daerah Riau. Minuman ini punya cita rasa dan aroma yang khas karena menggunakan buah mangga kuweni sebagai bahan utama yang dicampur dengan santan dan gula. Tak hanya sebagai penyegar dahaga, es laksamana mengamuk juga baik untuk pencernaan karena kandungan serat yang cukup tinggi dari mangga kuweni.
Konon, penamaan minuman laksamana mengamuk berawal dari kisah seorang laksamana yang marah karena istrinya dibawa kabur oleh seseorang yang ternyata pemilik kebun mangga kuweni. Karena amukannya itu, sang laksamana menghempaskan pedang ke segala arah, hingga menyebabkan mangga kuweni di kebun berjatuhan. Warga lalu mengambil buah-buah tersebut dan dibuatkan minuman ini.
4. Kue Kontol Kejepit dan Kue Kontol Sapi
Kue kontol kejepit atau tolpit adalah kue adrem khas Bantul, Yogyakarta. Jajanan pasar dengan nama yang cukup vulgar ini terbuat dari tepung beras, gula jawa, dan kelapa parut. Sebutan tolpit sendiri memang muncul dari cara pembuatannya.
Adonan kue yang telah dibentuk bulat dituang ke dalam penggorengan dan kemudian dijepit dengan sumpit saat sudah mengembang. Mirip kue kontol kejepit khas Bantul, di Cilegon, Banten ada juga jajanan serupa bernama kue kontol sapi. Hidangan langka yang terbuat dari beras ketan dan kelapa yang digoreng lalu dilumuri gula jawa cair ini menawarkan rasa manis yang legit, sehingga menjadi kudapan favorit warga asli Cilegon dan sekitarnya.
5. Ketupat Jembut
Meskipun namanya terkesan jorok, makanan ini memiliki cita rasa yang lezat. Ketupat jembut menjadi sajian spesial yang hanya dihidangkan saat tradisi Syawalan di Semarang, Jawa Tengah.
Ketupat jembut merupakan ketupat yang dibelah diagonal tanpa putus, lalu disisipkan isian yang terdiri dari taoge, kol, parutan kelapa, dan bumbu-bumbu. Tampilan taoge yang mencuat dari ketupat itu dianggap menyerupai rambut kemaluan perempuan.
6. Roti Bokong
Sesuai dengan namanya, penganan roti yang cukup populer di Purbalingga, Jawa Tengah itu memang memiliki bentuk mirip bokong alias pantat. Dari segi tekstur, roti bokong terasa kenyal saat digigit. Kamu bisa dengan mudah mendapatkan roti bokong di toko roti dan pusat oleh-oleh di Purbalingga dengan kisaran harga Rp20 ribu per bungkus.
Tidak banyak yang tahu asal muasal penamaan roti yang terbuat dari tepung beras dengan isian kacang hijau dan gula jawa itu. Masyarakat sekitar pun menyebutnya roti bokong sejak bertahun-tahun lalu.
7. Ketela Bajingan
Kuliner khas Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini namanya memang seperti sebuah umpatan kasar. Padahal, bajingan adalah camilan singkong yang dipotong-potong lalu direbus ke dalam nira (air manis sadapan pohon palem) sampai airnya menyusut dan singkong empuk. Makanan ini disebut ketela bajingan karena disajikan utuh tanpa dipotong terlebih dahulu, sehingga terlihat mirip dengan bajing rebus.
Makanan ini berupa ketela yang dimasak dengan gula jawa dan santan, lalu disajikan dengan kuah manis yang kental.
8. Es Jembut Kecabut
Es yang satu ini sebenarnya sama saja dengan es dawet hitam dengan tambahan tape ketan pada umumnya. Namun, di Purworejo, Jawa Tengah, kuliner ini dikenal dengan sebutan es jembut kecabut.
Pasalnya, lokasi penjual es dawet tersebut berada di sebelah timur jembatan Butuh, Kecamatan Butuh. Jadilah masyarakat sekitar mengenalnya dengan es dawet Jembatan Butuh (Jembut) Kecamatan Butuh (Kecabut).
9. Kue Tete
Nama makanan yang unik dan lucu selanjutnya adalah kue tete. Kue Tete ini merupakan olahan dari tepung terigu dan tepung beras dengan diberi pewarna makanan hijau atau daun pandan. Walaupun bahan dasarnya cukup sederhana, bentuk dari Kue Tete ini cukup unik.
Kue berwarna hijau ini memiliki bentuk yang melebar dan di bagian tengahnya menonjol, makanya dinamakan Kue Tete. Kue Tete ini sebenarnya berasal dari Betawi dan memiliki nama lain yakni Kue Ape. Kamu mungkin sudah sering menemukannya dijual di pinggir jalan.
10. Mie Lendir
Mie lendir merupakan salah satu nama makanan unik dan lucu di Indonesia. Mendengar namanya saja tentunya kamu sudah memikirkan hal yang tidak-tidak. Namun kamu tidak perlu khawatir.
Kamu bisa menyesal kalau tidak ingin mencoba makanan satu ini karena mie lendir ini bukanlah lendir seperti yang kamu pikirkan, melainkan kuahnya yang sangat kental hingga menyerupai lendir.
11. Sate Kere
Sate kere merupakan salah satu makanan khas Solo. Kere dalam bahasa Jawa artinya melarat atau miskin. Namun rasanya bisa membuatmu ketagihan.
Sate ini terbuat dari tempe gambus, yaitu tempe yang terbuat dari ampas tahu dan tetap dilengkapi bumbu kacang seperti sate pada umumnya.
12. Kue Peler Bedebu
Sensasi manis mirip Klepon. Kue Peler Bedebu, sebuah kuliner khas dari Kepulauan Seribu, unik karena karena namanya dan meiliki teksturnya yang lembut.
Terbuat dari sagu yang ditumbuk dan diisi gula merah seperti klepon, nama kuliner ini awalnya bermula dari candaan karena keunikan bentuknya.
13. Kue Tete
Rasanya yang gurih dan manis, Kue Tete adalah jajanan tradisional khas Jakarta yang bentuknya menyerupai payudara.
Meskipun bentuknya unik, rasanya tak kalah lezat. Terbuat dari tepung beras, garam, baking powder, dan santan, kue ini menjadi favorit di kalangan pecinta kue tradisional.
14. Memek
Jangan terkecoh dengan namanya, Memek adalah kuliner khas Aceh yang mirip bubur. Meskipun namanya terdengar jorok, sebenarnya, istilah "memek" berasal dari bahasa Devayan yang berarti menghasilkan suara gemeretak saat kita makan.
15. Peler Kambing atau Pempek Pisang
Pempek Pisang atau yang lebih kita kenal dengan sebutan "Peler Kambing" adalah kuliner khas Palembang dengan bentuk yang unik.
Namun, tak ada keterangan pasti tentang asal-usul nama "Peler Kambing" ini, hanya kabar bahwa ada orang dari luar Palembang yang memberi sebutan unik ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....