Mengapa Berat Badan Tak Kunjung Turun meski Sudah Diet?
- 05 Okt 2026 19:54 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Banyak orang merasa frustrasi karena berat badan tidak kunjung turun meskipun sudah menjalani diet dan mengurangi porsi makan. Kondisi ini sebenarnya dapat terjadi karena penurunan berat badan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari jumlah energi yang dikonsumsi, aktivitas fisik, metabolisme, kualitas tidur, hingga perubahan hormon.
Salah satu penyebabnya adalah tubuh mengalami adaptasi metabolik ketika asupan energi dikurangi dalam waktu tertentu. Penelitian berjudul “Metabolic Adaptations to Weight Loss: A Brief Review” yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research menjelaskan bahwa penurunan berat badan tidak selalu berlangsung secara linear karena tubuh memiliki mekanisme biologis yang mendorong pemulihan berat badan.
Selain itu, seseorang mungkin merasa sudah menjalani diet dengan ketat, tetapi jumlah kalori yang masuk sebenarnya masih mendekati atau bahkan melebihi kebutuhan tubuh. Penelitian berjudul “Effect of Dietary Adherence on the Body Weight Plateau: A Mathematical Model Incorporating Intermittent Compliance with Energy Intake Prescription” menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap pola makan, termasuk konsumsi makanan secara tidak konsisten, dapat menjadi salah satu faktor munculnya fase berat badan yang sulit turun.
Kurang tidur juga dapat membuat usaha menurunkan berat badan menjadi lebih sulit karena dapat meningkatkan rasa lapar dan asupan makanan. Meta-analisis berjudul “Effects of Sleep Restriction on Metabolism-Related Parameters in Healthy Adults: A Comprehensive Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials” menemukan bahwa pembatasan tidur meningkatkan rasa lapar dan dalam penelitian yang dianalisis berkaitan dengan tambahan konsumsi sekitar 252,8 kilokalori per hari.
| Baca juga: Pilih Obat Mata Sesuai Jenis Sakit Mata |
Faktor lain yang sering terlupakan adalah stres, yang dapat memengaruhi pola makan, keinginan mengonsumsi makanan tertentu, kualitas tidur, serta motivasi untuk beraktivitas. Tinjauan ilmiah berjudul “Does Stress Influence Sleep Patterns, Food Intake, Weight Gain, Abdominal Obesity and Weight Loss Interventions and Vice Versa?” menunjukkan bahwa stres dan gangguan tidur dapat berkontribusi terhadap peningkatan nafsu makan serta menurunkan efektivitas intervensi penurunan berat badan.
Berat badan yang berhenti turun setelah beberapa waktu juga dikenal sebagai weight-loss plateau, dan kondisi ini tidak selalu berarti seseorang gagal menjalankan diet. Tinjauan terbaru berjudul “Weight Loss Plateau: Reasons, Challenges, and Solutions: A Narrative Review” menyebutkan bahwa plateau sering muncul sekitar enam hingga delapan bulan setelah program penurunan berat badan, dengan berbagai faktor seperti perubahan pengeluaran energi, peningkatan rasa lapar, aktivitas harian, serta faktor genetik yang dapat berperan.
Karena itu, diet sebaiknya tidak hanya berfokus pada mengurangi makanan atau mengejar angka tertentu di timbangan, tetapi juga memperhatikan pola makan yang realistis, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan kemampuan mempertahankan kebiasaan dalam jangka panjang. Penelitian berjudul “Why Weight Loss Maintenance Is Difficult” juga menjelaskan bahwa tubuh mengalami perubahan hormonal dan metabolik setelah penurunan berat badan yang dapat mendorong seseorang kembali mengalami kenaikan berat badan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....