Kenali TBC Tulang Belakang
- 30 Sep 2026 22:26 WIB
- Bengkulu
RR.CO.ID, Bengkulu - Tuberkulosis (TBC atau TB) dikenal luas sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Namun, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis ekstra paru.
Salah satu bentuk TB ekstra paru yang perlu mendapat perhatian adalah tuberkulosis tulang belakang, yang dalam istilah medis disebut spondilitis tuberkulosis atau Pott's disease. Spondilitis tuberkulosis terjadi ketika bakteri penyebab TB menginfeksi tulang belakang.
Infeksi ini dapat menimbulkan kerusakan pada ruas tulang belakang dan jaringan di sekitarnya. Jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, kerusakan tersebut dapat berkembang hingga mengganggu saraf tulang belakang dan menyebabkan gangguan gerak, bahkan kelumpuhan.
| Baca juga: Pentinnya Menjaga Kesehatan Tulang Belakang |
TBC tulang belakang umumnya mengenai bagian tulang belakang di area dada hingga pinggang. Perjalanan penyakitnya dapat berlangsung perlahan sehingga keluhan pada tahap awal terkadang tidak dianggap sebagai tanda penyakit serius.
1. Lengkapi imunisasi BCG.
Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) diberikan sebagai bagian dari program imunisasi. Vaksin ini terutama memberikan perlindungan terhadap bentuk TB yang berat pada anak, termasuk meningitis TB dan TB milier.
2. Jalani pengobatan TB sampai tuntas.
Bagi pasien yang telah didiagnosis TB, minumlah obat sesuai resep dan jadwal yang diberikan tenaga kesehatan. Jangan menghentikan pengobatan hanya karena gejala sudah membaik.
3. Kurangi risiko penularan TB.
Menggunakan masker sesuai anjuran tenaga kesehatan, menerapkan etika batuk dan bersin, memastikan ruangan memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, menghindari kontak dekat yang tidak diperlukan selama masa penularan. Serta mengikuti anjuran dokter mengenai aktivitas di luar rumah, sekolah, atau tempat kerja.
Segera periksakan diri jika mengalami batuk berkepanjangan, demam berulang, keringat malam, berat badan turun tanpa sebab, atau keluhan lain yang mencurigakan. Jika terdapat nyeri punggung yang menetap disertai kelemahan atau mati rasa pada anggota tubuh, pemeriksaan medis perlu dilakukan sesegera mungkin.
Sumber Kemenkes RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....