Bahaya Memberikan Minuman Soda untuk Anak
- 29 Sep 2026 23:28 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Minuman bersoda sering menjadi pilihan anak karena rasanya manis, menyegarkan, dan mudah ditemukan dalam berbagai ukuran kemasan. Namun, jika diberikan terlalu sering, minuman dengan kandungan gula tinggi dapat meningkatkan asupan gula harian anak sekaligus menggantikan minuman yang lebih bernutrisi seperti air putih atau susu tanpa gula tambahan.
Salah satu perhatian utama dari konsumsi minuman bersoda adalah kandungan gula bebas yang cukup tinggi dalam banyak produk. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut konsumsi gula bebas sebagai salah satu faktor risiko utama kerusakan gigi dan merekomendasikan agar anak di bawah usia dua tahun tidak mengonsumsi minuman berpemanis gula.
Risiko terhadap berat badan juga menjadi perhatian ketika minuman berpemanis dikonsumsi secara berlebihan karena kalori dari minuman cenderung tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Meta-analisis Mahdieh Abbasalizad Farhangi dan rekan-rekan yang diterbitkan dalam Pediatric Obesity pada 2022 menganalisis 33 penelitian dengan total 121.282 anak dan remaja, dan menemukan bahwa konsumsi minuman berpemanis dalam jumlah tinggi berkaitan dengan peningkatan indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan persentase lemak tubuh.
Kesehatan gigi juga dapat terdampak karena gula yang terdapat dalam minuman dapat digunakan bakteri di dalam mulut untuk menghasilkan asam yang berkontribusi terhadap proses kerusakan gigi. Systematic review yang dipimpin Jessica F. Large dan diterbitkan dalam Nutrition Reviews pada 2024 menyeleksi 37 penelitian dari lebih dari 30 ribu publikasi yang disaring, dengan hampir seluruh studi melaporkan hubungan positif antara konsumsi minuman berpemanis atau makanan tinggi gula bebas dengan risiko karies pada anak berusia hingga 10 tahun, meskipun sebagian besar penelitian memiliki keterbatasan risiko bias.
Masalahnya bukan hanya pada jumlah gula dalam satu kali minum, tetapi juga pada kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berulang sepanjang hari. Paparan gula yang terlalu sering dapat membuat asupan gula harian meningkat tanpa disadari, sementara minuman tersebut tidak memberikan sejumlah zat gizi penting yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang.
Karena itu, orang tua tidak harus menjadikan minuman bersoda sebagai sesuatu yang sepenuhnya tabu, tetapi perlu membatasi frekuensi dan jumlah konsumsinya serta tidak menjadikannya minuman sehari-hari. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan, sementara orang tua juga dapat membiasakan anak membaca label kandungan gula dan mengenali bahwa minuman dengan rasa manis tidak selalu berarti memiliki nilai gizi yang baik.
Membatasi minuman bersoda sejak kecil juga dapat membantu membangun kebiasaan makan dan minum yang lebih sehat hingga anak tumbuh dewasa. Dengan menyediakan air putih sebagai pilihan utama, membatasi minuman berpemanis, dan membiasakan anak menjaga kebersihan gigi, orang tua dapat mengurangi sejumlah risiko kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi gula berlebihan tanpa harus membuat waktu makan menjadi penuh larangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....